PE-MI-LU

Pemilu akhirnya datang. Setelah masa-masa panjang menjadi penonton setia dua kubu calon presiden yang di elu-elukan. Dan saya tidak menjadi pihak manapun dari keduanya. So bored. Bahkan dari awal, saya berniat untuk tidak memilih. Golput dengan cara menjauhkan diri dari TPS ataupun menusuk keduanya.

Bukan, bukan karena apatis, tapi ada rasa tidak “srek” dengan kedua capres dan cawapres ini. bahkan dari “look”, keduanya tidak mencuri hati saya. tak seperti pak beye dulu, yang ganteng gagah perkasa, berwibawa, pun juga telihat ramah dan elegan.

Sedangkan saat ini, nomor satu terlihat terlalu sombong, dan nomor dua terlalu merendah. Dua hal yang sangat timbang, namun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pendukung setianya. Mengenai rekam jejakpun, keduanya sama-sama mengerikan bagi saya. yang satu terkait orde baru, satunya lagi labilan dengan status tidak kelar membenahi Jakarta.

Bagaimana mungkin saya dapat memilih salah satunya, jika keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan yang imbang? Terlebih didukung oleh lini massa yang sangat loyal, dan hampir sama jumlahnya. Dan hal inilah yang membuat saya berencana untuk golput, massa. Entah massa dalam kehidupan nyata, maupun dunia maya, ataupun media massa yang benar-benar sudah tidak dapat dipercaya karena tidak ada yang netral.

Sebut saja saya remaja hampir dewasa berusaia 21 tahun yang paling labil. Karena jika melihat berita buruk tentang nomor satu, saya akan sangat sebal, begitupula dengan nomor dua. Dan menjadi golput adalah pilihan. Dan HAM bagi setiap individu bagi saya.

Tapi oh akhirnya, saya memilih juga…

DSC_0972

Ah, dibalik itu semua. Saya berterimakasih, karena banyak sekali rezeki pemilu yang datang. Mulai dari survey sederhana dan cenderung sepele namun dengan fee yang cukup besar. Dan dengan menjadi validator real count untuk salah satu konsultan politik. Cash and carry! Sungguh menyenangkan dibandingkan dengan menjadi SPG dan harus menunggu dua minggu sampai satu bulan fee sampai ke tangan.

Menjadi validator Real count ini benar-benar hal yang baru bagi saya. harus menelepon ± 100 relawan dari berbagai TPS (Jawa Barat bagian saya) untuk sekedar menanyakan kehadiran saksi dan hasil perhitungan suara.

DSC_0979

Hanya bekerja satu hari, namun saya benar-benar dapat merasakan sensasi dari pekerjaan ini. mulai dari semangat karena sudah ada data via SMS yang berhasil masuk, sehingga tidak perlu menelepon lagi, kesal karena banyak data didalam sistem yang tidak sesuai dengan kondisi real dilapangan, panik karena teman-teman yang lain sudah selesai, sedangkan data saya masih kurang banyak, dan senang karena akhirnya bisa menyelesaikan semuanya. Seru!

akhirnya selesai \m/

akhirnya selesai \m/

Selain itu, saya juga harus berkomunikasi dengan berbagai tipikal orang yang menjadi relawan. Entah genit, berapi-api, malas menjawab, tidak mau memberi info karena belum dibayar lunas, bahkan ada yang menelepon balik dan berorasi atas nama desa bahwa mereka mendukung salah satu capres.

Indonesiaku ini, memang penuh hiburan ditengah-tengah kepanikan Smile

Akhirnya, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden kelak, semoga dapat bekerja sesuai hati nurani tanpa mengikuti keinginan orang-orang berkepentingan dibelakangnya. Bekerja saja, bawa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Categories: letShare | Tags: , , | Leave a comment

RAMADHAN

RAMADHAN

Categories: letShare | Tags: , | Leave a comment

JAKARTA487

Selamat ulang tahun Jakarta. terimakasih telah menjadi ibu untuk seluruh penduduk dan negeri ini. semoga kau tetap kuat ditempa paku-paku besar yang terus menusuk untuk berdirinya gedung-gedung kokoh itu. semoga kau tetap tabah menghadapi angkuhnya warga kaya rayamu. semoga kau tetap membimbing sebagian orang yang tinggal dipinggiran jalan megahmu. Jakarta, semoga kamu dapat terus beradaptasi menghadapi waktu, sebagaimana aku yang terus berusaha untuk tetap pantas makan di hotel mewahmu pun tetap wajar makan di pinggiran kaki lima mu. kita hanya berjalan, menghabiskan waktu. dirgahayu, Jakarta.

Categories: letShare | Tags: , , , , | Leave a comment

L’ODETTE FOR CARIU

PK1

L'ODETTE FOR CARIU

visit us on our website www.lodette.tk

Categories: letShare | Tags: , , , , | Leave a comment

BRAGAS

Ada yang pernah tau apa itu BRAGAS? Well ya, entah dari bahasa apa, menurut informasi yang gue dapet dari mbah, Bragas itu hanya mengonsumsi makanan-makanan yang di kukus atau direbus selama beberapa waktu untuk tujuan tertentu. Sedangkan dari hasil googling, bragas itu sama halnya dengan Puasa Ngeruh, yaitu hanya memakan sayur dan buah.

Menindak lanjuti hasil diskusi gue sama mama, tercetus lah program untuk melakukan bragas. Tujuan bragas bagi mama adalah untuk menormalkan bentuk tubuhnya yang memang sudah agak agak. Sebut saja terlalu gendut, karena terlalu menikmati hidup dengan makan apapun yang ada, kapanpun tidak peduli waktu, dan tidak pernah berolahraga. Belajar dari mama, gue ga mau ikut-ikutan gendut, walaupun sekarang udah mulai gendut. Tapi ini belum terlambat! HAHAHA

Ya, intinya mau jaga supaya badan ga melar. Entah apa jadinya kan kalo gue, yang notabene kurang tinggi ini, ditambah lebar. No thanks. Selain itu jaga kesehatan juga jadi tujuan utama gue setuju untuk ikutan bragas. Bukan tanpa alasan, karena setiap hari, terlalu banyak minyak yang gue makan. Bosen dikit, goreng otak-otak, laper dikit beli pecel ayam. Entah sudah berapa banyak kolestrol yang ada ditubuh, dengan indikator ; semakin banyak makan minyak, semakin banyak bintik-bintik kolesrol di wajah. Tidak mengonsumsi minyak = tidak ada bintik kolestrol di wajah. Yeay! Semoga!

Alasan lain melakukan bragas juga karena menurut penelitian British Medical Journal, orang Asia dianggap beresiko lebih tinggi terkena diabetes. Karena terlalu banyak mengonsumsi nasi. Menurut salah satu teman yang gemar nge-gym, nasi itu jahat. Mungkin karena efek negatif nasi terhadap kadar gula darah, atau nasi yang memiliki nutrisi lebih sedikit, entahlah.

Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat glukosa dilepaskan kedalam aliran darah setelah makan. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, seperti beras merah, membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula lebih stabil. 

Selain gue dan mama, pau juga ikutan bragas. Bukan, bukan karena ikut-ikutan. But, because he has no choice. Ga ada makanan dirumah. Dikulkas Cuma ada buah dan sayur, di dapur Cuma ada umbi-umbian, kacang, dan jagung. Kalo mau makan enak, ya silahkan masak atau beli sendiri. Hihihi

Tiga hari bragas berjalan, tiap pagi sebelum ngajar PAUD gue akan makan setengah jagung dan setengah ubi. Siang biasanya makan sayur-sayuran (sayur sop, sayur bening, sayur asam) lalu rujak, pecel, atau salad yang dibuat sendiri setiap harinya. Dan malam, kembali makan ubi, singkong, dan jagung, lalu sebisa mungkin segera tidur supaya tidak tergoda dengan bakso, mie tektek, ataupun sate yang lewat sambil teriak-teriak menggoda. Huh!

Image

Image

Image

Hal positifnya, waktu tidur jadi lebih cepat. Ga ada lagi begadang-begadang, bangun tidur jadi lebih awal. Masih bisa merasakan waktu gelap, lalu matahari terbit, dan menjadi terang. Sekarang cara mengatur olahraga rutin menjadi tugas berikutnya.

We’ll see, akan berlaku sampai kapan program bragas massal ini. semoga tujuan dari program bragas  untuk menjadi sehat dan langsing dapat berjalan dengan baik. Semoga efek kentut dari terlalu banyak makan ubi juga dapat berkurang. AAMIIN

“A girl should be two things: classy and fabulous.”  ― Coco Chanel

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

7 Reason Computer Science is Ideal for Women

from http://microsoftjobsblog.com/

Can women with demanding jobs truly balance work and family? Keerti Rane is a senior program manager on the Cloud & Enterprise Commerce Platform Team. She leads the integration between Microsoft Azure Services and the Commerce platform. She has also worked on several projects for Office 365, enabling international users in countries such as Brazil and China to purchase with their local currency and payment methods.

Keerti has been with Microsoft 11 years and has two teenage daughters. This fall, her 17-year-old will attend UCLA for electrical engineering and computer science.

When we think of women who juggle careers while raising kids, we often say with praise: “I don’t know how she does it.”

Keerti says computer science careers are ideal for women. She offers seven tips to consider soyou can “balance it all” too.

  1. Look for flexibility. Keerti leaves work at a reasonable time most days and transitions into family mode for the evening.  She gets back online to catch up on work after the kids are asleep. Weekends are reserved for family time. She says, “This routine is hard to juggle but it works.” Her favorite Sunday activity is to have the whole family hang out in the kitchen to cook dinner, fighting for their space at the stove or their favorite chopping tools.
  2.  Find the right manager and team for you. On Keerti’s team, people understand everyone has relationships, families and life outside work. “When I joined the team a few years ago, my manager made it a point to say he expected me to disconnect completely from work while on vacation. This level of maturity in the team enables me to manage the ups and downs of family life.”
  3. Set expectations about your availability. When Keerti’s kids were little, she made a hard stop at 5 p.m. If there was a late-afternoon meeting, she would let people know in advance she would need to leave at 5 p.m. or reschedule. Keerti says, “I never found that to be an issue.”
  4. Deliver. Keep the trust of your manager and coworkers: Get the job done. Keerti says, “I never used my kids as an excuse for something that didn’t happen.”
  5. Set your children up for success. “My daughters are smart and independent. I wanted them to be able to do things for themselves, even at a young age.” Doing their own laundry, making their own snacks. “They learned what you need parents for—and what you can do yourself.” What they do need parents for: Communication, sharing opinions, talking about what is going on in their lives, choosing career paths, problem solving, or just a snuggle or hug.
  6. Women are well-suited to computer science. To Keerti, female software developers stand out: “Women have practical minds. They are used to organizing and problem-solving. They take ownership and get the job done.”
  7. Be confident. “Don’t be scared of being a developer. When a woman has technical aptitude, everything falls into place.”

Life is very busy. Keerti says that as women, we have a lot to balance – and it’s worth it. “My daughters talk about how I balance my career and being a mom,” Keerti says. “They advocate for being career women. They think it’s cool.” As her daughters frame their own aspirations, “They say, without a doubt, ‘I’m going to be a career woman.’”

 

*soon being female developer xp

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

SPG. (lagi)

Hard work spotlights the character of people: some turn up their sleeves, some turn up their noses, and some don’t turn up at all.

Entah kali keberapa jadi SPG lagi. Kali ini hanya untuk weekend, jumat, sabtu, dan minggu. Dan masih di agency yang sama, Arina yang kantornya ada di ujung Rawa Sari sana. Jauh sekali dari ciputat. Butuh banyak waktu dan biaya untuk sampai kesana, ah hidup..

Kali ini gue jaga bareng salah satu temen SMA yang masih satu kampus tapi beda jurusan. Well, dia partner yang baik, banyak membantu, dan ga banyak ngeluh.

Produk yang gue pegang adalah Hemaviton dari PT. Tempo Scan Pacifik Tbk. Hal yang baru, kalo biasanya gue hanya selling, kali ini gue juga harus sampling. Yup, sampling seru-seru aja kok. Kasih minum ke orang dan gratis, menyenangkan bukan? Ah, tapi ga semudah itu teman. Karena nyatanya, banyak orang yang udah parno duluan sama minuman-minuman berenergi sejenis hemaviton jreng-jreng-jreng ini. padahal hemaviton ini sendiri punya beberapa produk lain, C1000 salah satunya. Minuman bervitamin, yang ternyata masih tetap ada beberapa orang yang takut karena gulanya yang tinggi.

Image

Image

Hal lain yang kurang menyenangkan, adalah tidak ada booth untuk event ini. super hallo! Event, sampling, dengan banyak produk sampling (5 karton minuman kaleng, botol, dan ±150 sachet yang harus di racik. Kurang lebih ada 5000 cup yang harus dihabiskan kalo ikutin prosedur yang benar), belum lagi dengan hadiah-hadiah lucky dip semacam payung, gelas, tas, dan teman-temannya itu. Untuk pekerjaan serempong, dan sekuli itu tidak ada booth. You guys, kidding me!

Untungnya, alhamdulillah di weekend itu banyak anak-anak event sampling lain dengan booth. Jadi selain bisa kenyang saling icip-icip sampling yang lain (biskuit, susu, soto, sosis, baso, cokelat, dan lain-lain) gue juga bisa nitip barang-barang properti gue di booth mereka. Menyebar.. menyebar..

Oh ya, gue lupa bilang kalo untuk event ini gue jaga di Giant Bintaro. Pengalaman baru lagi, karena biasanya jaga di Carrefour. Hihi. Giant ini cukup nyaman untuk SPG event. Gak ada Store Manager yang rese (exc satu orang bapak botak), at least ga ada yang atur-atur masalah jadwal istirahat. Untuk masalah keamanan juga ga seketat di Carrefour, dimana ketika mau keluar dari store untuk solat, toilet, atau istirahat harus diperiksa seluruh tubuh, kalau di Giant hanya akan di periksa jika memang sudah benar-benar mau keluar dari area Giant. Dan untuk kebersihan Gudang, jauh! Giant lebih tertata dengan baik.

Beberapa yang kurang sih, ada intel-intel yang suka ngawasin. CCTV kedua lah. Jadi harus hati-hati banget kalau mau icip-icip sampling, apalagi ngeluarin hadiah. Dihari terakhir event, gue sama Hani sampe harus diikutin intel dan dua orang satpam karena ngasih hadiah too much ke orang. Kepo abis!

Dan satu lagi yang paling parah, Giant Bintaro sering mempekerjakan SPG event OVERTIME! Pak, Bu, SPG event itu dibayar sama PT yang hire kita, bukan pihak Giant. Tapi kenapa kalo udah jam pulang, kita ditahan pulang dan disuruh bantu untu passing ataupun pasang barang, bahkan kadang harus jadi asistennya kasir atau bantu-bantu di penitipan barang. Super iyuh! SPG event ga dibayar untuk itu. Gimana sih perasaan lo, yang udah capek-capek diri 8 jam, nunggu-nunggu jam 9 malem tiba, tapi pas udah jam 9 lo malah dilarang pulang, masih dipekerjakan, dan ga dapet uang lembur sama sekali.

Kalo kurang karyawan, ya rekrut atuh pak, bu. Jangan oportunis pekerjain orang yang tidak kalian gaji. Noted it!

Eh iya, diluar semua itu, gue seneng loh karena event kemaren itu dapet banyak temen baru. Ada anak Psikologi UIN, Tarbiayah UIN, dan lima orang lain anak Budi Luhur. Ah, kalian mahasiswi-mahasiswi pekerja keras :’)

Selain itu juga ketemu sama salah satu pemilik Hero Bintaro Plaza. Pak Cipto namanya. Baik sekali. 15 menit gue sama Hani ngobrol tentang dunia retail sama dia, bahkan dikenalin juga sama anaknya yang lagi-lagi anak UIN. Anak FEB, semester 6 yang KKN nya di Cariu. Ah, hidup ini terlalu banyak kebetulan!

Senang sedih selama event kemaren itu, bener-bener udah jadi pengalaman berharga buat gue. Sekali lagi, kerja-kerja kaya gini itu bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang pengalaman yang ga akan terbeli. Ga usah malu kerja jadi apapun itu, as long as ga ngerugiin orang lain dan halal, why not? Keep productive!

“Without ambition one starts nothing. Without work one finishes nothing. The prize will not be sent to you. You have to win it.” ― Ralph Waldo Emerson

Categories: letShare | Tags: , , , , , | Leave a comment

craving for…

aku memiliki beberapa rencana dalam hidup. akan berkeliling Asia Tenggara setelah lulus dari s1 nanti, melanjutkan s2, lalu berumah tangga dan tinggal disebuah desa kecil yang asri. menjadi petani, berkebun, mengajar untuk anak-anak disana, dan terkadang berkunjung ke beberapa kota untuk memantau bisnis-bisnisku di kota-kota besar di Indonesia. it must to be fun! sembari menumpuk kekayaan guna kembali berpergian mengelilingi lebih banyak tempat di dunia yang sudah Tuhan ciptakan ini.

oh ya, aku hanya sedang jenuh. jenuh sekali dengan kegiatan yang seperti tidak ada nilai dan rasanya. semua berjalan begitu saja. kuliah, rapat, mengajar PAUD, tugas, dan segala macam kegiatan lain yang monoton. aku bosan, aku jenuh. aku ingin berbuat hal lain yang aku sendiri tak tahu apa. I just miss the old me, aku yang dulu, semangatku, mataku yang berpendar karena ada tujuan yang sedang ku kejar. tidak kosong lalu bengong seperti saat-saat ini.

I wanna go home, spend a few days in village, enjoy the silence without the noise of motorcycle or car, breathing clean air that makes me happy, shower with cold water, etc. I just wanted to go home. return to a place where I can find back all the fun and my goal to live.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

who would not want to live in peace without the bustle of a city like this? I was intending.

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Who Am I

DOR! Yuk kasih HALOO ke Who am I aplikasi pertama saya dalam dunia per-windows phone-an ini. uuuuu, finally!

Image

Setelah berbulan-bulan lalu rilis untuk bantu ngejar target 30 aplikasi demi 10 juta dan 3 device nokia dalam acara UMDC, akhirnya dapet kabar dari Lutfi (programmer Who am I) kalo si #WHOAMI ini masuk spotlight disuatu hari dibulan Maret. Aaaah, terharu.

Image

Yang lebih terharu, ternyata #WHOAMI udah didownload lebih dari 1000 kali. Entah manusia-manusia mana yang download, tapi semoga mereka ga kecewa, walaupun kenyataannya gue sendiri aja ngerasa agak-agak kurang pd gimana gitu sama aplikasi ini.

#WHOAMI ini sendiri merupakan aplikasi ala-ala psikologi yang akan ngebantu user untuk tau sifatnya. Koleris, sanguinis, pragmatis, ataupun melankolis. Jadi buat kalian yang belum tau sifat kalian itu yang mana, yuk langsung aja cus search “Who am I” di windows phone store atau di link ini #WHOAMI dan gausah takut pulsa berkurang, karena #WHOAMI masih free kok dan sudah tersedia di nokia x! :D

Image#

Sebagai newbie didunia peraplikasian, dan masih agak shock-shock seneng karena ternyata aplikasi gue ini ada penggunanya, jadi gue dan Lutfi berencana untuk meng-update #WHOAMI jadi versi 1.1

Penasaran akan ada tambahan apa didalamnya? Ditunggu ya :D

Categories: letShare, MUGI | Tags: , , , , | Leave a comment

dear Girls, do not work as…

Menurut kalian apa sih pekerjaan yang paling ga cocok dilakukan seorang perempuan selain jadi kuli panggul dipasar? Any idea?

Tukang ojek? Supir bajaj? Kenek metromini? Pembunuh bayaran? Dan hal-hal lain seremnya yang tentu aja ga cocok dengan sifat kewanitaan seorang perempuan. Tapi dibalik itu semua, ada satu pekerjaan yang paling ga cocok (setidaknya menurut gue) untuk seorang perempuan yaitu, hacker!

Image

Baru-baru ini gue dapet pelajaran IT security yang sangat intens membahas mengenai hacking, cracking, virus, trojan, dan sebagainya. Sebagai remaja 20an yang masih gampang tersulut, apalagi kalo dipancing-pancing, isenglah googling mengenai cara menghack suatu web.

And, TARAAAA! Gampang banget didapet, bahkan dengan panduan yang sangat lengkap. Anak sd dikasih juga pasti langsung bisa.

Dari blog orang itu, gue dapat banyak informasi tentang macam-macam metode hacking yang kebetulan juga jadi salah satu tugas kuliah gue untuk pertemuan berikutnya. Lalu gue mencoba salah satu situs milik pemerintah, dan ternyata setelah diserang langsung down! Eureka! Makin seneng, makin penasaran dong.

Lalu beralih lah gue ke web pribadi milik dosen gue. Dia yang ngajarin, ya ga masalah lah ya kalo webnya dia yang dijadiin bahan praktek. Tapi setelah dicoba berkali-kali ga ada hasil yang signifikan. Bener sih, seorang hacker ga akan ngebiarin situsnya di hack orang lain. Proteksi disana pasti kuat. Waullahualam.

Oke, jadi bagian mana yang cocok antara perempuan dan hacker?

Yang pertama adalah perasaan. Untuk nentuin situs mana yang mau gue serang aja, itu perlu waktu yang lama. Mau nyerang X tapi gue kenal sama ownernya, mau nyerang Y tapi kasian orang-orang, dst dst. Lama! Sampe akhirnya gue nemuin suatu situs yang seisa mungkin ga ada kaitannya sama gue, walaupun ada rasa bersalah juga setelah itu. Mohon maaf lahir batin.

Kedua, perempuan itu suka banget ceritain apa aja bahkan yang ga perlu diceritakan. Setelah berhasil bikin down situs orang, gue langsung cerita ke grup LDS dimana dalam grup itu berisi 5 cewek sejenis geng gue dikelas. Tadinya ga mau cerita, tapi udah keburu keluar.

Ketiga, ga bisa jaga rahasia. Lagi-lagi itu gue. Karena setelah kelas selesai, gue sempet nanya-nanya sama dosen, dan dengan polosnya gue bilang kalo gue pernah nyerang situsnya tapi ga berhasil. Maka hacker mana yang jujur dan kebangetan polos selain gue?

Setelah pernyataan itu gue merasa jadi manusia paling bodoh di antariksa. Ah, semoga tidak!

Jujur kan baik, dan doktrin itu yang selama ini sudah tertanam dalam diotak gue. Ga ada bohong yang baik untuk alasan apapun itu. Tapi yang salah disini, kalo aja gue ga ngomong, kan ga perlu juga ada jujur. coba lain kali ditahan ya hasrat ingin berceritanya Aprisya :’)

Setelah kejadian ini, minat gue terhadap hacker-cracker-dan berbagai jenis biskuit lainnya itu udah sedikit menyusut. Entah kalo tiba-tiba gue bisa generate credit card, dan hal-hal berbau uang atau belanja ya. Ah, tapi dosa!

Image

Well, intinya gue akan cari kegiatan lain yang lebih positif. Selama masih punya jiwa labil, better jauh-jauh deh dari perbuatan-perbuatan yang kurang baik tapi bikin ketagihan. Beda halnya kalo lo belajar ini semua untuk tujuan yang baik serta mulia, walaupun sampai sekarang gue masih belum nemuin apa sisi positif dari hack-crack didunia perkomputeran ini. Semoga bijak menentukan! :)

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.