teruntuk

teruntuk bapak yang sampai saat ini masih terngiang-ngiang dalam pikiranku. bukan, bukan pau bapakku, atau siapapun itu yang pernah kutemui raganya. bapak ini adalah bapak maya bagiku. bapak yang dengan sabar membaca dan menjawab sms-sms ngaco anak smp yang sedang mencari jati dirinya. bapak yang sampai saat ini masih terus ku pantau timeline facebooknya. bapak Yudistira.

semua berawal dari buku anak-anak terbitan Mizan yang aku belu seharga 3000 rupiah saat mengunjungi pesta buku di istora senayan bersama mama, dahulu kala. ya, mungkin 10 tahun lalu. siapa yang mengira bahwa buku obral yang sangat murah itu berdampak besar untukku. setidaknya tanpa buku itu, mungkin aku tidak akan menjadi aku saat ini.

buku dengan bahasa yang sederhana ini mengulas tentang bagaimana supaya menjadi anak yang baik, dan menemukan passionnya. buku yang baik untuk anak-anak abg labil macam aku saat itu. satu hal yang membedakan buku itu dengan buku lainnya, yaitu no hp. ya, penulis sengaja menaruh no hp bagian tentang penulis. entah berapa banyak buku yang telah aku baca, namun ini adalah buku satu-satunya yang ku temukan no hp penulisnya didalamnya.

aprisya, abg labil yang iseng saat itu. melihat no hp, maka tak di sia-siakannya untuk menghubungi si penulis. hingga terjadilah sesi curhat antara aprisya abg dengan si penulis dewasa yang sangat bijak.

banyak hal yang aku ceritakan, banyak hal yang aku tanyakan, banyak hal yang aku dapatkan.

bapak, malam ini aku melihat bapak kembali di timeline facebook. ingin rasanya menyapa, dan menanyakan kabar. tapi aku terlalu takut dengan pertanyaan balik darimu. apa kabarku? terlalu sibuk zikir skripsi tapi tak kunjung di kerjakan. apa kesibukanku? aku sibuk memikirkan skripsi yang masih belum terjamah. ah, sungguh tak menggambarkan semangat seorang aprisya abg.

setelah ini pak. setelah aku mendapatkan gelar S.Kom ku, setelah aku merasa cukup pantas untuk dapat kembali menunjukkan diri, secepatnya aku akan menyapa bapak dan bertanya kabar. tak lupa, aku juga akan mengucapkan terimakasih karena bapak meluangkan waktu untuk aprisya abg saat itu.

teruntuk Bapak Yudistira Soedarsono, terimakasih.

Categories: letShare | Leave a comment

Itikaf

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Lebaran!

Yaaaaay, puasa udah selesai. Walaupun banyak rencana-rencana yang ga dilaksanain selama bulan ramadhan (skripsian .red) tapi ada satu hal yang bikin gue seneng, karena akhirnya bisa ngerasain juga. Apa? Apa apa? Yes, itikaf!

Anyway, tulisan ini sama sekali bukan untuk riya atau sebagainya, just share. Yes, share. Karena sewaktu tiba-tiba gue mau ngerasain itikaf di 10 hari terakhir ramadhan, gue sempet googling tentang itikaf dan belum menemukan real storynya orang yang itikaf di masjid. Tapi kalo untuk tata cara dan dalil mengenai itikaf, banyak sekali di google, dan bener-bener ngebantu orang awam kaya gue.

Intinya selama itikaf kita harus niat. Apapun yang dilakuin, tentunya kita harus punya niat yang baik ya supaya semua berjalan dengan baik pula.  Selain itu, selama itikaf ga boleh terjadi transaksi jual-beli. Jadi untuk sementara itu juga gue tutup proses jual-beli di olshop gue, termasuk masalah utang piutang. Tidur dan keluar masuk masjid ga masalah kalau ada kepentingan, yang penting balik lagi ke niat awal mau berdiam diri di masjid untuk ibadah.

Setelah baca ketentuan itikaf, dan gagal nyari temen untuk itikaf bareng karena ga ada yang mau, gue izin sama mapau pagi-pagi pas sahur. Seperti biasa, pasti jawabannya “terserah.. yang penting…” sudah bisa diduga. Akhirnya pagi itu juga gue siap-siap packing barang. Satu set baju, alat mandi, dan alat solat. Semua dibuat seminim-minimnya karena hari itu gue mau nongkrong-nongkrong cantik dulu sama temen-temen smp, jadi sebisa mungkin jangan bawa tas yang terlalu besar.

Setelah buka puasa bareng, duduk-duduk di warkop, sekitar jam 1an gue jalan ke istiqlal. Yap, gue milih istiqlal sebagai tempat itikaf pertama gue. Selain istiqlal merupakan masjid terbesar di Jakarta, juga karena salah satu temen gue mau itikaf juga disana, jadi ada tebengan. Hihi

Sesampainya di istiqlal, gue langsung misah, karena tebengan gue ini cowok. Dan akhirnya gue bener-bener sendiri di masjid super besar ini.

images

Setelah wudhu, solat isya, dan sedikit tadarus, jam 2 tepat diadakan solat jamaah Qiyamul Lail. Doanya satu juz, subhanallah pegelnya apalagi ini solat Qiyamul lail gue yang pertama. Tapi kalo ga kuat, serius pasti malu banget karena disana banyak banget nenek-nenek bungkuk sampe bocah-bocah piyik yang ikutan solat. Mereka bisa, masa iya usia produktif kaya gue engga? Mereka penyemangat. Ga ada lagi alasan untuk ga ibadah kalo udah liat mereka.

Solat selesai jam setengah 4 pagi, dan orang-orang langsung bubar untuk sahur. Ga perlu khawatir karena disini disediakan sahur untuk orang-orang yang itikaf. 1000 porsi setiap harinya. Satu nasi kotak dengan lauk nasi, tumis sayur, dan telur bumbu kuning, serta satu gelas susu. Buat yang porsi makannya banyak, atau suka ngemil pas sahur, dan banyak minum air mineral, baiknya bawa sendiri dari luar. Karena air mineral tidak disediakan disini. Kalaupun bosan, bisa beli makanan-makanan yang tersedia di halaman istiqlal. Banyak sekali pedagang makanan mulai dari sate, bubur, mie tektek, nasi goreng, nasi pecel, baso, dan lain sebagainya. Tapi harga yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal dari biasanya.

Setelah sahur, solat subuh, dan renungan fajar (semacam tausiyah), kebanyakan orang akan menggunakan waktu pagi-pagi cantik untuk tidur. Maka jadilah ruang utama masjid menjadi kasurnya beratus-ratus orang.

Kalau mau tidur, biasanya gue akan mencari tembok dipojokan. Menggunakan tas yang berisi baju untuk bantal, dan mengalungkan mini sling bag yang isinya hp dan uang di atas perut. Dengan begini, insha allah barang-barang bawaan aman, dan tidur nyenyak.

Jam 8 pagi, petugas istiqlal akan membangunkan jamaah yang tidur dengan toa dan sirine yang berisiknya nauzubillah. Jamaah yang tidur ditengah, akan diminta minggir kesamping, karena akan dibersihkan dengan vacum. Kalau sudah begini, gue akan kebawah wudhu, solat dhuha, dan tadarus.

Sampai sekitar jam 10 pagi, gue mandi. Satu hal yang perlu diingat kalau toilet istiqlal dikala ramadhan adalah tempat sangat ramai. Untuk bisa buang air kecil atau mandi, biasanya gue perlu antri 10-30menit, lumayan sih nyebelinnya. Sampai suatu pagi gue pernah kebelet banget, dan antri ga kelar-kelar sampe pengen nangis. Sedih, sumpah!

Setelah mandi, dan syar’I gue balik ke atas. Oiya, dikesempatan ini, gue pake baju syar’I gitu. Semacam keinginan terpendam mau nyoba pake baju ala ala batman, mumpung ga ada yang kenal juga. Tapi hari berikutnya, pas dijemput, gue malah dibilang kaya anak TPA pake baju kegedean. Bye!

Siang sampai sore kegiatan gue looping di wudhu, solat, tadarus, dengerin ceramah, dan kadang ngobrol sama ibu-ibu atau nenek-nenek. Ada yang dari Sulawesi, ada yang dari bekasi, ada yang cuma mau numpang solat, ada juga yang udah 7 hari menetap di istiqlal sampe bawa-bawa koper. Untuk ibadah, mereka rela meninggalkan kehidupannya.

Menjelang magrib, gue turun kebawah untuk buka bersama. Ada 3000 porsi makanan setiap harinya untuk berbuka. Menu nya apa? Masih nasi, tumis sayur, telur bumbu kuning, segelas susu, dan bonus 3 buah kurma. Ga kebayang sih kalo 10 hari nginep disini dan harus makan telur bumbu kuning pake susu terus-terusan tiap hari. Hihi

IMG_20150715_172220

Anyway, dipembagian makan ini ada petugasnya. Mereka pake kaos hijau-kuning dan selempang ala-ala sarjana bertuliskan “Petugas Takjil 1436H”. Hei hei, jangan harap mereka akan tersenyum manis ketika membagikan makan, karena petugas-petugas ini lumayan halal untuk diselengkat pas jalan. Ngeselin banget mukanya. Galak-galak. Nenek-nenek ngasih gelas lama sedikit aja bisa di caci maki. Huh!

Setelah buka, wudhu lagi, solat magrib, dengerin ceramah, dan tarawih, lalu tadurus lagi, semua looping lagi seperti hari sebelumnya. Qiyamul lail, sahur, tadarus, solat subuh, lalu tidur lagi, mandi lagi, dan solat lagi. Ini seni nya, ketika itikaf hidup benar-benar hanya untuk ibadah. Ga mikirin skripsi, lomba, tugas, jualan, dan hal-hal duniawi lainnya yang biasanya muter-muter ngomong sendiri didalam otak gue. Bener-bener fokus, untuk ibadah.

Serunya lagi, karena disana gue cuma sendiri, gue bener-bener bebas mau ngapain aja. Mandi jam berapa, solat dimana, senderan dimana, tadarus dimana, nangis dimana, termasuk pake baju apa, semacam quality time gue sama alam awah sadar. Apapun yang gue lakuin disana, gue ga perlu minta persetujuan siapapun. Ga ada yang kenal juga, ga perlu takut mereka akan komentar apa terhadap gue. I’m totally free.

Jam 10 pagi, setelah mandi dan sedang bertadarus ria, tiba-tiba ada petugas yang teriak-teriak dengan nada kasar. Tanpa pengeras suara. Semua orang yang berada dilantai utama pasti mendengar teriakan petugas itu. Penyebabnya ga lain karena disis kiri, tempat banyaknya nenek-nenek dan anak-anak tidur saat ini akan dibereskan karena notabene besok adalah lebaran. Karena masih banyak yang tidur, petugas tersebut emosi dan membentak orang-orang disana.

Serius, gue sebel banget. Pertama, men ini masjid, masa iya lo teriak-teriak ga tau aturan gini di rumah Tuhan? Kedua, yang diteriakin itu nenek-nenek dan anak-anak. Ga ngerti ya, orang itu ga dilahirin sampe ga punya orang tua atau ga punya anak sampe tega neriakin anak-anak macam itu. Gue yang denger dari jauh, dan masih muda aja deg-degan luar biasa dengernya, apalagi nenek-nenek dan anak-anak yang super sensitif. Mereka juga pasti trauma efek teriakan super kampret itu.

Gue ga abis pikir pekerja-pekerja ini berasal dari mana. Diluar bayaran yang kecil, atau apapun alasannya, mereka harusnya bisa bekerja dengan ikhlas, dengan senang. Atau minimal ada pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan performa kerja mereka.

Itikaf di istiqlal itu super menyenangkan, selain petugas-petugas dengan wajah-wajah jutek nan galak itu. Another life goals gue, buat pelatihan kaya yang HRD-HRD lakukan ke karyawan mereka supaya pegawai-pegawai masjid bisa bekerja dengan tulus ikhlas apapun kondisinya.

Well, ini cerita gue. Buat yang belum pernah itikaf dan mau cobain, semoga tulisan ini bisa jadi gambaran. Yuk luangin waktu sehari dua hari atau mungkin 10 hari di akhir ramadhan untuk fokus ibadah. Semacam bentuk syukur kita atas 365 hari yang sudah Tuhan kasih dengan penuh berkah.

Selamat lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin :)

Categories: letShare | Tags: , , , , | Leave a comment

Main-main di Cariu [1]

Kuliah Kerja Nyata (KKN), ga terasa udah hampir satu tahun gue ngelewatin masa-masa itu. Masa dimana dalam perencanaannya banyak sekali hal yang mau dilakukan untuk memajukan desa, namun pada kenyataannya semua rencana baik itu hanya sebatas konsep yang masih belum terwujud karena berbenturan dengan harga hingga waktu.

Gak begitu banyak yang gue lakuin selama KKN selain piket untuk masak sebanyak 6 hari dalam kurun waktu kurang dari 30 hari. Sisanya, hanya mengajar SD dihari senin-rabu dalam waktu tiga minggu. Jadi masa produktif gue Cuma sekitar 9 hari. Sisanya lebih banyak di kontrakan, tidur-tiduran, nonton film, dan main pijit-pijitan sama anak-anak SD yang tiap hari main ke kontrakan.

Hidup terasa berjalan cepat di Cariu. Bayangkan, selama satu bulan gue bisa ngerasain berbagai dinamika hidup. Ya, hanya dalam satu bulan. Bisa ketawa bareng temen-temen yang aneh-aneh, terus berantem, tiba-tiba baik lagi, terus sebel lagi, belum lagi harus ngurus permasalahan pemuda disana yang kurang akur, urus seminar, nimba air dari sumur, ke pasar pagi-pagi, dangdutan di 17an, hangout ke pasar malem, lobby sana sini cari duit, ngajar angklung gara-gara caper, dan masih banyak lagi. Oke ternyata banyak hal yang gue lakuin selama di Cariu. Ga Cuma makan tidur looping aja.

Ah, karena lagi kangen anak-anak SD yang makin tua sebelum waktunya, gue mau share sedikit tentang pengalaman ngajar selama di SD 03 Cariu.

Gue, Euis, Ziezie dateng ke Cariu ga ada persiapan sama sekali untuk ngajar, karena program ngajar sebenarnya bukan tugas kami bertiga, tapi karena ada hal ini itu jadi harus kami bertiga yang handle. Jadi jangan ditanya tiga orang anak saintek ini ngapain kalo dikelas selama dua jam. Minggu pertama bikin es krim (karena cuma itu yang gue tau tentang sains, perubahan bentuk cair-padat), minggu ke dua belajar komputer pake word (gatau mau ngapain lagi, dan kita bertiga terlalu males untuk cari pelajaran), dan minggu ke tiga belajar puisi (ini mentok banget sekalian cari bibit buat perform untuk acara tabligh akbar). Oportunis sekali kami..

Tiga hari dalam seminggu, kami bertiga bolak-balik ke SD ini. Kadang naik mobil di anter Edvan atau Adam, kadang naik motor bertiga kaya cabe, kadang dianter cowok-cowok yang piket, kadang juga jalan kaki karena ga ada angkutan umum macam angkot disana.

Hal yang paling seru dari mengajar anak SD adalah semangat mereka yang, ah! Bahkan gue masih bisa bayangin teriakan semangat mereka tiap gue ucapin selamat pagi atau ngadain kuis dadakan demi hadiah sepele kaya penghapus atau tempat pinsil. Semangat mereka, itu yang bikin gue seneeeeeeng banget ada disana. Selain karena ada salah satu pak guru emesh yang ganteng disana. Hahaha!

Hari pertama gue ngajar, saking terlalu senang dengan teriakan, gue ngajak anak-anak kelas 4 untuk nyanyi selamat ulang tahun untuk ziezie, gue bilang ziezie ulangtahun hari itu. Dan ya, mereka bersemangat sekali bernyanyi selaamt ulang tahun untuk ziezie yang sedang tidak berulangtahun hari itu. Gue kira keriuhan Cuma sebatas dikelas, tapi ternyata engga. Karena sore-sore cantik pas semua orang lagi tidur, tiba-tiba dateng satu rombongan yang isinya anak-anak kelas 4 dan 5 yang datang bawa banyak kado, dan tepung untuk ziezie. Gilak!

IMG-20140819-WA0037

Ga berenti ketawa hari itu. Pun anak-anak KKN yang lain, sibuk bego-begoin gue karena udah bohongin banyak bocah sampe mereka rela beli kado. Kadonya apa? Mulai dari boneka, jilbab, kaca, sampe jepitan rambut. Dan itu semua akhirnya dibagi-bagi ke anak-anak KKN yang lain. Duh dek, maafkan aku ya..

Kampret momen lainnya adalah saat gue iseng masuk-masuk ke gudang dan nemu angklung. Karena iseng dan mau caper ke pak guru ganteng yang ternyata baru 22 tahun saat itu, jadi gue mainin lah deretan angklung itu. Banyak anak-anak yang nyamperin, sampe akhirnya gue main tebak lagu sama mereka. Mulai dari Indonesia raya sampe lagunya ayu ting-ting. Ngarepnya pak guru ganteng yang nyamperin, tapi malah pak guru adeknya pak kepala desa yang datang. Dia nanya-nanya tentang angklung, dan gue bilang kalo gue sebatas tau nada diatonis jadi bisa dimainin dimana aja, piano sampe buyutnya yang gak lain adalah alat musik string.

Akhirnya si bapak minta gue untuk ngajar anak-anak angklung, dan karena gak mau rugi, gue ngusulin supaya anak-anak belajar angklung untuk pentas diacara tabligh akbar yang diadain kelompok KKN gue diakhir masa pengabdian kita. Deal. Dan jadilah gue ngajar anak-anak tiap hari selama senin-kamis, untuk kemudian jumatnya perform di Tabligh akbar.

Empat hari ngelatih anak-anak angklung itu cukup drama. Selain karena jam tidur siang gue hilang, mereka juga sering kali ngadu-ngadu gitu karena ternyata ada dua kubu. Si X ga suka sama si Y, tapi kalo didepannya akrab banget. Hal-hal naif nan munafik yang gue pikir Cuma terjadi dikalangan orang dewasa, ternyata juga terjadi dikalangan anak-anak SD penggemar GGS. Rawr!

DSC_1048

Diluar itu semua, sebuah penghargaan bisa berada di Cariu untuk mengabdi, berbagi, menikmati hidup, dan belajar bersosialisasi sebagai manusia dewasa yang utuh. Satu bulan yang penuh cerita. Beruntung bisa ngejalanin 1 SKS termahal dalam mata kuliah. Worth!

Categories: letShare | Tags: , , , , , | 3 Comments

Mencari Tuhan

Beberapa minggu terakhir, aku sibuk bertanya, siapa itu Tuhan? Kenapa aku harus menyembahNya? Kenapa pula harus ada aku di dunia ini? Kenapa Tuhan menciptakan manusia dan memilih manusia untuk menjadi pemimpin di bumi? Apa Tuhan tak mampu mengurus bumi ini sendiri? atau Tuhan merupakan pemilik saham yang suka drama, hingga menciptakan manusia sebagai hiburan bak menonton film?

Pertanyaan itu tak berhenti, bahkan terus bercabang dan hampir gila aku dibuatnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali fokus mengerjakan skripsi dan beberapa project, sembari menyusun rencana, bahwa ketika ini semua selesai, aku memiliki cukup uang dan mendapat gelar S.Kom ku, aku akan melakukan perjalanan untuk menemukan Tuhan.

Aku hanya ingin semua pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terbaca dangkal itu dapat terjawab. Bukan dengan kata-kata orang yang dilabeli ustadz atau pemuka agama lainnya, apalagi pada orang yang pasrah saja karena Tuhan merupakan kebenaran hakiki, namun diperoleh dari katanya dan katanya, tanpa mencari tahu lebih dalam.

Aku hanya ingin yakin dengan hal yang selama ini aku jalani, bukan hanya meyakini agama hasil turunan yang memang sudah ada bahkan sejak kakek buyutku bernafas. Aku percaya, keyakinan harus dicari, dan aku sangat mengapresiasi bagi orang-orang yang ingin mencari.

Salah satu temanku saat ini menjadi atheis karena ia sendiri masih mencari tuhannya. Ia mungkin tak beragama, dan tak berTuhan, namun sampai saat ini aku yakin bahwa ini memang proses dari perjalanan dalam pencariannya. Aku tak berharap menjadi sepertinya, namun sangat salut mengenai keberaniannya dalam bersikap. Bersikap untuk tak menerima begitu saja apa yang ia dapat.

Sampai akhirnya malam ini, 1 Juni 2015, bertepatan dengan malam Nispu Sya’ban, aku seolah kembali mendapatkan ruh ku. Ruh yang entah selama ini hilang kemana, karena terlalu sibuk bertanya mengenai tuhan dan mengejar dunia. Ya, ruh itu kembali. Ia bergetar ketika membaca surah Al-Fatihah.

Aku begitu menikmati saat-saat dimana aku seolah dapat berinteraksi langsung dengan tuhan. Saat berdiam diri sembari zikir seperti yang selama ini di ajarkan pau, saat membaca ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang bahkan aku tidak tahu artinya, saat tiba-tiba aku menangisi hidup yang sedang berjalan lancar, bahkan saat aku melakukan hypnotheraphy untuk diriku sendiri.

Aprisya, bagian mana lagi yang mau engkau pertanyakan?

Aku mulai menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan itu timbul justru ketika aku sedang jauh-jauhnya dengan Tuhan. Dan ketika aku kembali mendekat, segala pertanyaan itu seolah terjawab tanpa dapat di argumentasikan lagi.

Akupun mulai sadar bahwa setiap kalimat yang pau ucapkan memang kadang terdengar spele, namun bermakna sangat luas. Karena disetiap akhir perdebatanku mengenai apapun dengannya, ia selalu berkata, “Aprisya, tidak semua hal dapat diselesaikan dengan logika, untuk itu hati ada.”

Aku tidak perlu kemana-mana untuk mencari Tuhan, karena Tuhan ada dimanapun dan kapanpun saat aku mendekatkan diri padaNya.

Categories: letShare | 1 Comment

Mengenal Rupiah

Kapan terakhir kali anda memerhatikan uang yang sehari-hari anda gunakan demi menyambung hidup? Bagaimana warna, tekstur, gambar, hingga kejutan-kejutan kecil yang dapat ditemui ketika anda benar-benar mengamati rupiah.

Setiap rupiah yang anda miliki, dimulai dari pecahan terkecil 100 rupiah hingga 100.000 rupiah memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Jika sekilas mata anda akan menemukan gambar para pahlawan dengan nilai rupiah disalah satu sisi, dan gambar adat maupun budaya khas Indonesia tetap dengan nilai besaran rupiah di sisi lain, ternyata rupiah tidak sesederhana itu.

Mari perhatikan pecahan 2000 rupiah sebagai contoh. Pada uang berwarna abu-abu dengan beberapa siluet berwarna emas ini, anda akan menemukan Pangeran Antasari dengan kopiah kain serta baju kap tradisional khas daerah asalnya, Kalimantan. Namun ada hal menarik yang mencuri perhatian di bagian kanan kepala sang Pangeran, yaitu batik khas Dayak yang diam-diam muncul. Tidak sampai disitu, jika anda memerhatikan lagi dengan seksama, anda akan menemukan guratan bertuliskan “BI” dengan cetak tebal namun tersamar. Indah sekali.

Jika anda ingin lebih berusaha, anda akan menemukan tulisan “Bank Indonesia” dengan ukuran yang sangat kecil di bagian 2000, serta di ombak yang berada di atas serta bawah tanda air berada, dan pada bagian garis pipa tepat dibawah tulisan DUA RIBU RUPIAH dibagian kiri bawah mata uang. Anda juga dapat menemukan tulisan “DUARIBURUPIAH” tanpa spasil jika memerhatikan bagian seelah kiri dari kepala Pangerang Antasari, tempat dimana terdapat ukiran indah dengan bentuk seperti tameng.

Lalu mari membalik uang 2000 rupiah ini ke arah lainnya. Dibagian ini terdapat enam orang wanita dengan atribut lengkap mulai baju, ikat kepala dengan bulu, hingga tongkat yang sedang menari tarian adat Dayak. Sama halnya dengan bagian sebelumnya, pada bagian ini anda akan tercengang dengan detail dari setiap goresan yang tergambar di pecahan 2000 rupiah ini.

Keindahan rupiah juga tidak hanya timbul dari tiap gambar yang terpapar, namun juga dari teksturnya yang dapat membantu tuna netra untuk dapat mengenali nilai rupiah itu sendiri.

Rupiah sudah didesain dan dibentuk dengan sangat apik, hingga setiap orang dapat mengenali dan dapat menganggumi keindahan serta keberagaman Indonesia dengan cara-cara sesederhana memegang rupiah. Selain itu juga terdapat filosofi lain, dimana kita sebagai penerus bangsa harus menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa dengan mudah. Semudah menggunakan rupiah di negeri kita tercinta.

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Pembayaran Non Tunai, Amankah?

Uang sebagai alat pembayaran merupakan suatu hal pokok yang dibutuhkan oleh seluruh manusia tanpa terkecuali. Seiring perkembangan zaman, uang saat ini dibentuk dalam berbagai bentuk lain. Tidak hanya berupa kertas ataupun koin, uang saat ini mulai berubah dalam bentuk lain mulai dari kartu, hingga berbentuk digital yakni dalam uang elektronik.

Dalam bentuk kartu, terdapat kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit yang masing-masing dapat memberikan kemudahkan dalam bertransaksi tanpa membawa uang tunai. Namun, jika kartu ATM dan kartu debet menggunakan dana untuk bertransaksi yang berasal dari rekening simpanan pemegang dan akan berkurang secara otomatis jika digunakan, beda halnya dengan kartu kredit. Kartu kredit dapat digunakan untuk bertansaksi dengan menggunakan fasilitas pinjaman atau kredit yang diberikan oleh penerbit kartu.

Jika pada kartu ATM, debet, dan kartu kredit pemegang harus terikat dengan penerbit kartu, dan akan terkena biaya administrasi dalam jangka waktu tertentu, beda halnya dengan uang elektronik. Penggunaan uang elektronik lebih mudah, karena dapat digunakan tanpa melakukan registrasi secara khusus. Sehingga siapapun dapat memiliki uang elektroniknya sendiri.

Saat ini terdapat tiga jenis uang elektronik. Yakni yang berbentuk kartu seperti Flazz yang dikeluarkan oleh BCA, E-toll card oleh Bank Mandiri, dan Brizzi oleh Bank BRI yang masing-masing dapat digunakan untuk bertansaksi di minimarket, loket Trans Jakarta, hingga Commuter Line. Selain itu terdapat jenis uang elektronik lain yang berbentuk gelang, seperti yang diterapkan Bank Mandiri pada produk terbarunya, yaitu E-Money. Penggunaan E-Money tidak jauh berbeda dengan uang elektronik pada kartu, cukup dengan tap, E-Money sudah dapat digunakan. Tidak sampai disitu, Saat ini juga Uang elektronik mulai merambah ke smartphone sehingga Bank Mandiri mengeluarkan aplikasi bernama E-Cash, yang berupa aplikasi pembayaran melalui smartphone. Sedangkan CIMB Niaga mengeluarkan rekening ponsel, dengan menggunakan SMS untuk melalukan transaksinya.

Alat pembayaran non tunai yang disebutkan tentu sangat membantu dalam bertransaksi sehari-hari. Namun, terdapat sisi lain yang juga harus diperhatikan, yaitu terkait keamanan dari setiap alat pembayaran yang ada.

Seiring dengan perkembangan alat pembayaran yang sedang bertransformasi dari tunai menjadi non tunai dengan bantuan teknologi, tidak sedikit pihak yang melihat perpindahan ini sebagai celah yang dapat dimasuki, khususnya oleh penyusup yang memiliki kepentingan tertentu.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang hacker untuk mendapatkan informasi terkait data finansial korban yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingannya, diantaranya dengan melakukan spoofing.

Spoofing merupakan teknik untuk memperoleh suatu akses secara tidak legal ke suatu komputer, informasi, ataupun jaringan. Biasanya, sebelum melakukan aksi hacking ataupun cracking, penyerang akan melakukan spoofing terlebih dahulu guna mengamankan diri agar aksinya tidak dapat terbongkar, karena menggunakan identitas yang tidak sebenarnya. Spoofing sendiri biasa terjadi pada pengguna yang ingin melakukan transaksi dengan menggunakan internet banking.

Terdapat beberapa macam Spoofing. Diantaranya IP Spoofing dimana pelaku akan mengganti IP addressnya dengan IP lain. DNS Spoofing dengan mengambil nama DNS dari sistem lain yang dapat membahayakan domain name server suatu domain yang sah seperti google, facebook, dan sebagainya. Identify Spoofing, menggunakan identitas orang lain secara ilegal.

Berbagai macam spoofing dilakukan untuk mengelabuhi orang lain, agar suatu saat jika aksi hacking ataupun cracking yang dilakukan oleh penyerang diselidiki lebih jauh, presentase penyerang untuk tertangkap menjadi lebih kecil atau bahkan tidak bisa sama sekali diketahui.

Salah satu contoh spoofing adalah korban ingin masuk ke laman www.klikbca.com namun, penyerang sudah meletakkan posisi web nya yang lain yakni www.clickbca.com dengan tampilan yang sama persis. Sehingga korban akan memasukkan data dirinya di web milik penyerang, dan akan secara otomatis masuk ke database milik penyerang tanp disadari oleh korban.

Setelah mendapatkan identitas korban, biasanya penyerang akan menarik data milik korban yang kemudian dapat di generate ke dalam kartu dengan alat tertentu. Sehingga penyerang dapat memiliki kartu yang sama dengan korban, dan dapat digunakan kapanpun sesuai keinginan korban. Tindakan men-generate kartu itu dinamankan carding.

Selain dua hal tersebut, terdapat beberapa tindakan cybercrime lain terkait dengan keamanan bertransaksi secara non tunai. Selalu terdapat resiko dibalik penggunaan uang secara tunai maupun non tunai. Maka, semua kembali kepada nasabah sebagai pengguna untuk memilih menggunakan alat pembayaran yang dianggap paling efektif dan efisien.

Categories: letShare | Tags: , , , , , , | Leave a comment

what does this mean?

It is not worth trying to harmonize things, people or situations which are simply not compatible. Remember everyone has different personalities and it’s important you maintain yours. You can find a harmonious way, even if this in in the distant future. It is not worth acting in this particular moment as the general situation is not entirely favorable. You will gain more profits by pulling back temporarily and maintaining your independence. Your wisdom now consists in waiting and avoiding unpleasant people. (ching oracle dec 27-28 2014)

so, what does this mean actually? :|

Categories: letShare | Tags: | Leave a comment

kamu adalah harapan, tempat aku menggantungkan angan.

kamu adalah kebebasan, yang berdiri diatas kepercayaan.

kamu adalah perjalanan, yang ku canangkan untuk masa depan.

kamu. kamu kah itu?

Categories: letShare | Tags: , , | Leave a comment

Soulmate

Aku terhenti. Di sudut sana mataku terarah. Sudut dimana ada dia diantaranya. Sosok itu, sosok ramah yang selalu aku kagumi secara tersembunyi. Apa dia mengetahui keberadaanku? Apa dia menyadari aku selalu menatapnya dimanapun ia berada?

“woy Lex! Apa kabar lo?” tanya seorang pria berbadan tinggi besar kepada salah seorang temannya. Alex namanya.

“baik-baik gue, bro. Lo gimana? Gue denger udah lolos ITB ye? Akhirnya. Selamat, Bi!” jawab Alex kepada si penanya, Alby.

Alfarabby Auffar. Lihat dia, sosoknya. Ah, tubuh gagah itu, lengan besar dan terlihat kokoh itu. Aku yakin, selain bermain basket seperti yang sedang ia lakukan saat ini, dia juga disiplin berlatih angkat beban. Alby, lihatlah kemari. Aku yang selalu memandangi dari setiap seberang tempatmu berada.

heh kunti, ngelamun aja lo!” kaget seorang wanita berambut panjang kepada temannya yang sedang asik memandang seseorang diseberangnya.

“aku ga ngelamun kok!” jawabnya singkat. Sinis.

“nah! Pasti lo lagi ngeliatin cowok gede itu ya? Ngimpi mau deket sama dia wuuu!” ujar sang teman menurunkan semangat.

“gapapa, aku seneng kok ngeliatin dia aja dari sini. Itu udah cukup buat aku.” Sembari beranjak meninggalkan temannya.

Bersama denganmu mungkin benar hanyalah mimpi. Ya, sebuah mimpi disiang hari yang hanya akan terjadi dalam waktu beberapa saat saja. Ah, dapat memimpikannyapun aku sungguh akan bahagia. Lihat dirimu, banyak cinta disana. Sedang aku? Jika sesekali orangtua ku mengingatku dalam doanya, itupun sudah sangat bahagia untukku.

“Bi, kamu keren mainnya!” sorak seorang perempuan dengan kaki jenjang sembari berlari kecil menghampiri Alby yang sedang terduduk lelah dipinggir lapangan.

“Jess? Kamu kok disini?” tanya Alby jengah.

“Aku mau liat kamu latihan aja hehe. Udah makan? Ada tempat dimsum all you can eat loh, kamu pasti suka.”

“hm, ayo deh boleh.”

Alby, siapa perempuan itu? Ada hubungan apa kamu dengannya? Kenapa kamu mau pergi berdua dengannya? Aku sedih. Harusnya aku sadar, aku hanyalah seorang yang tidak akan pernah dianggap. Ya, harusnya aku sadar itu dari dulu.

“Jess, kamu pernah merasa mencintai seseorang tapi kamu belum pernah melhat wujudnya? Hanya ada didalam imajinasimu, mimpimu.” Tanya Alby sembari menyetir Fordnya.

“hah? Maksud kamu?”

“gini loh Jess, belakangan ini aku sering memimpikan seorang perempuan. Cantik. Aku sangat mencintainya, dia pun begitu. Tapi aku tidak pernah tahu siapa dia. Sialnya, mimpi itu terbawa sampai alam nyataku. Aku merasa kalo dia selalu ada didekatku, memperhatikanku.”

“Alby, kita udah dari TK yah sahabatan. Tapi baru kali ini aku denger kamu ga realistis kaya gini. Aneh deh!”

“iya..”

anyway, aku turun di Fasatelo aja deh Bi. Feel like bored. Udah lama ga kesana. Wanna join?” tawar Jessica pada Alby.

not today. I wanna meet my soulmate on my dream, Jess.”

“haha gila kamu! Thanks ya udah traktir makannya tadi. Bye Bi.” Kalimat terakhir Jessica sembari mencium kedua pipi Alby lalu keluar dari mobilnya.

“bye Jess. Jangan mabok ya!”

Sedang apa Alby sekarang? Bersama perempuan tadikah? Aku cemburu. Harusnya aku yang berada disampingnya. Harusnya aku yang memberinya minum setiap kali ia selesai bermain basket bersama teman-temannya. Harusnya aku!

“GOD! Jadi siapa perempuan itu sebenarnya!” Bentak Alby pada dirinya sendiri.

“kalo dia emang jodoh gue, deketin Tuhan! Tunjukkin dia ke gue!” Alby semakin emosi, ia terus menginjak pedal gasnya tanpa kendali.

“BRAAAAAAAAAAAAK!”

***

Alby? Kenapa sepagi ini dia berlatih basket? Ah, mungkin dia sedang bosan. Tapi ini baru pukul 3 pagi. Sedang apa dia? Mungkinkah ia putus cinta lalu dan sekarang sedang patah hati? Entahlah. Terimakasih Tuhan, aku bisa lebih lama memandanginya saat ini. aku ingin berada lebih dekat dengannya.

“loh kamu!” teriak Alby kaget.

“siapa? Aku?” tanya sang perempuan berambut panjang.

“iya kamu. Kamu ngapain disini?”

“kamu bisa ngeliat aku? Becanda kan?”

“jadi, yang selama ini ada dimimpi aku itu kamu? Dan kamu..” Alby terhenti

“aku ini setan.” Lanjut sang perempuan. “aku ini setan yang selalu memandangi kamu dengan leluasaku, yang selalu berdoa bahwa suatu saat kamu akan menyadari keberadaanku.”

“dan kamu berhasil” jawab Alby lemas. “aku sudah menjadi sepertimu. Karena ingin berada lebih dekat denganmu.”

“jadi kamu sudah meninggal?” tanya sang perempuan terkejut.

“iya. Aku meminta agar Tuhan segera mempertemukanku dengan kamu. Karena aku merasa kamulah jodohku. Dan Tuhan mengabulkannya. Aku baru saja kecelakaan beberapa jam lalu.”

“maaf..”

“tidak, ini bukan salah kamu. Aku yang memintanya. Dan aku bahagia bisa bertemu kamu sekarang. Mungkin inilah jalan kita.” Alby tersenyum.

“terimakasih.”

NB : This story is only fiction.

(07 Juni 2013)

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Welcome Jakarta #3

Abay (nama disamarkan .red), sudah hampir empat tahun gue kenal sama cowok satu ini. Beberapa hari lalu baru dapat kabar kalau di aru saja di wisuda dari salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta.

Senang rasanya tiap kali melihat Abay memposting mengenai hal-hal kecil yang telah dipikirkannya secara mendalam, dan menjadi hal yang bermakna. Ya, Abay adalah seorang motivator. Oh, entahlah motivator atau hypnotheraphy. Gue dan Abay belajar hipnoterapi dari guru yang sama. Mungkin bedanya, pelajaran yang gue dapat hanya digunakan untuk kepentingan gue pribadi, sedangkan Abay menggunakannya untuk membantu orang lain. Yang gue tau, saat ini Abay sudah mempunyai perusahaan khusus dibidang self theraphy. Kece.

Abay sendiri berasal dari Surabaya, ia memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta demi menempuh pendidikan. Dan semesta mendukung, selain mendapatkan pendidikan yang baik, ia pun juga mandapatkan hal-hal bermakna lain yang telah ia perjuangkan selama ia hidup sendiri di Jakarta.

Anak muda semacam Abay ini rasanya akan lebih menyenangkan jika jumlahnya bertambah. Ya, anak muda yang berani bergerak dan melakukan sesuatu untuk hidupnya, tidak takut dengan keadaan, dan sangat terbuka.

Nah, terbuka merupakan salah satu pelajaran terpenting yang gue dapat dari banyak teman-teman hebat. Mereka tidak menganggap dirinya hebat. Walaupun secara penglihatan sudah sukses, namun Abay masih mau saling bertukar pikiran dan selalu welcome terhadap semua orang. terbuka. terbuka secara pemikiran, dan tindakan.

Terimakasih untuk contoh baik yang telah diberikan, Abay. Terimakasih sudah menginspirasi. And,

Welcome Jakarta Abay #3

Categories: letShare | Tags: , | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.