GenSINDO – Journalism For Young Generation

Journalism will kill you, but it will keep you alive while you are at it. –horace greely

Pernah dengar kalimat, dunia dikuasai oleh mereka yang menguasai informasi? Menguasai informasi dalam konteks ini tentu bukan mereka yang setia membaca dan memperbaharui pengetahuannya dengan berbagai sumber indormasi. Melainkan mereka yang membuat dan menciptakan informasi tersebut.

Bukan hal baru jika saat ini kebanyakan media dipimpin oleh orang-orang tertentu dengan berbagai kepentingan. Kepentingan yang dapat dengan mudah diekspose, setelah sebelumnya di racik agar menguntungkan pihak terkait.

Untuk itu, diperlukan suatu wadah untuk anak muda yang notabene agen perubahan yang masih memiliki sikap idealisme tinggi untuk dapat menyampaikan suara mereka sebagai bentuk aktualisasi diri sekaligus mengasah kepekaan terhadap isu yang sedang terjadi di masyarakat.

Generasi Seputar Indonesia atau biasa disebut GenSINDO, bekerjasama dengan Bank Indonesia serta PT. Indofood mengadakan sebuah pelatihan Jurnalistik dengan tajuk GenSINDO Journalism CampJournalism For Young Generation sebagai bentuk apresiasi ketiga perusahaan dari beragam bidang ini untuk pemuda Indonesia.

Sebanyak 50 orang peserta hadir dan mengikuti rangkaian acara yang berlangsung di Wisma Indofood Cibodas, Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 Agustus 2015 ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, diantaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Diponogoro Semarang, Universitas Indonesia, serta Generasi Baru Indonesia yang merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia

Cibodas - Kebersamaan peserta GenSINDO Jurnalism Camp yang berasal dari berbagai perguruan tinggi

Cibodas 15/08 – Kebersamaan peserta GenSINDO Journalism Camp yang berasal dari berbagai perguruan tinggi

Selama tiga hari, para peserta GenSINDO Jurnalism Camp ini diberi arahan mengenai teknik-teknik dasar yang dibutuhkan oleh seorang jurnalis. Cara mencari berita, menggali informasi dari narasumber, memilih angle dan waktu yang tepat untuk mengambil gambar untuk foto berita, hingga cara menulis berita yang baik. Seluruh arahan tersebut diberikan langsung oleh para wartawan senior Koran Sindo.

GenSINDO Jurnalism Camp ini juga diisi oleh perwakilan dari Bank Indonesia yang menjelaskan mengenai tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral serta penggunaan rupiah di Indonesia saat ini. Selain itu, Indofood sebagai perusahaan pangan terbesar di Indonesia juga turut mengirimkan perwakilannya untuk menjelaskan mengenai produk-produk serta kegiatan Indofood yang berhubungan dengan mahasiswa.

Dengan adanya kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai berbagai isu dari beragam sektor yang sedang terjadi di Indonesia dengan kondisi yang sebenar-benarnya dan dengan penulisan jurnalistik yang baik, namun tetap mudah di cerna oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk anak muda.

We don’t go into journalism to be popular. It is our job to seek the truth and put constant pressure on our leader until we get answer. – Helen Thomas

Categories: letShare | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Fokus?

Kecewa sih, ketika menawarkan beberapa teman untuk ikut dalam sebuah perlombaan tapi ditolak dengan alasan, “gue fokus skripsi dulu”

Entah kenapa gue masih kontra sama kata “FOKUS”. Ada hubungan yang harus kandas karena alasan fokus sekolah, gabisa buka usaha karena fokus kuliah, ga ikut kegiatan karena fokus fokus lainnya yang gue yakin itu Cuma sebuah alasan untuk menutupi rasa malas.

Gue sama sekali ga menyalahkan orang yang mau fokus, ketika fokusnya memang menghasilkan. Gue Cuma risih sama kata fokus yang hanya dijadikan kambing hitam untuk menolak. Pun secara tidak langsung, ternyata gue jadi suka memberi alasan fokus tidur untuk menolak suatu ajakan, padahal gue ga Cuma tidur saat itu.

Gue. Gue sama sekali bukan orang yang mudah untuk fokus, kecuali pada satu titik ketika gue harus merem dan masuk ke alam bawah sadar. Sedangkan ketika sadar, gue adalah orang yang paling multitasking.

No, gue ga melakukan banyak hal dalam satu waktu. Tapi gue memanage banyak hal agar dapat dijalankan di waktu yang bergantian, dan semua kebagian. Adil. Semoga.

Yes, gue pembuat plan yang baik. Terbukti, walaupun selama kuliah gue mental kesana kesini, kegiatan ini itu, cabut sana sini, toh nilai gue tetep bisa setara sama mereka yang kerjanya Cuma kuliah-pulang-kuliah-pulang. Oke ini sombong, tapi bener kok.

Disinilah titiknya. Kalo bisa melakukan banyak hal, dan mendapatkan lebih banyak pengalaman, kenapa harus dibatasi satu dengan alasan fokus? Toh waktu yang dimiliki tiap orang sama, 7 hari 24 jam. Ya, meskipun sama, tapi hasil yang didapatkan berbeda-beda. Karena apa? Karena terlalu banyak orang yang membatasi geraknya dengan alasan dan pembenaran. Lalu kemudian mereka iri dengan rumput tetangga yang jauh lebih hijau, padahal mereka sendiri tidak memiliki rumput karena tidak pernah menanamnya.

Oke ini curhat. Semoga ada hal baik yang bisa diambil dari curhatan mahasiswa galau yang lagi cari tendem untuk mewujudkan idenya jadi karya tulis. Semoga ga ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Bahagia sejahtera sehat sentausa untuk kita semua :)

Categories: letShare | Tags: , | Leave a comment

Kata Mbah…

“selama masih punya mulut, gausah takut nyasar. Selama masih punya pikiran, gausah takut gabisa hidup” – Wasikem, pemilik KTP seumur hidup.

Mbah Ikem, mbah kesayangan gue yang intensitas ketemu gue nya lebih banyak sama dia dibanding sama mama. Orang yang paling ngertiin gue luar dalam, bahkan mungkin lebih dari mama ngertiin gue. Orang yang tau kalo gue suka sambel yang ga pedes, suka kepala ayam, suka sayur tanpa batang, suka semangka dingin yang dibelah dua dan dimakan pake sendok, suka ngemil sampe setiap hari selalu ada pop corn atau kacang goreng ditoples, bahkan dia juga tau kapan gue sakit beneran dan pura-pura sakit.

Tapi tulisan ini bukan tentang mbah, melainkan tentang kata-katanya di awal tadi. “selama masih punya mulut, gausah takut nyasar. Selama masih punya pikiran, gausah takut gabisa hidup”. Terjawabkan kenapa gue suka jalan-jalan sendiri seolah seluruh tempat pernah gue singgahi, padahal gue belum pernah kesana. Dan sekarang gue coba untuk mempraktekkan kata-kata sakti mbah berikutnya, “selama masih punya pikiran, gausah takut gabisa hidup”.

Yes, kata-kata ini ga akan bisa dibuktikan kalo kita ga mencoba. Gue udah coba jalanin kurang lebih tiga bulan, keluar dari zona bebas, melepaskan diri dari fasilitas orang tua. Uang jajan.

Semua berawal dari kalimat iseng yang terlontar ketika pau Tanya, “kamu lulusnya kapan ca?”, terus gue jawab, “Agustus pau”. Bapak Sutrisno yang paham betul kalo anaknya ga pernah megang skripsi akhirnya nanya lagi, “ngerjain aja ga pernah, kok ya mau lulus agustus”. Aprisya yang ga suka diremehin akhirnya gegayaan ngejawab, “kalo aku ga lulus agustus, aku bayar kuliah sendiri”.

Dari situlah segala kepusingan bermuara. Ditambah lagi bayaran semester 9 yang tahun lalu cuma sekian, naik 50% jadi sekian. makin pusing lah gue. Tabungan dari 4 ATM yang berbeda kalo dijumlahin paling cuma sekitar 50% dari bayaran gue, uang selip-selipan sama uang lebaran dari tahun 2010 kalo dijumlah pun cuma bisa nutup harga bayaran normal. Itupun gue berat banget untuk ngelepas, karena uang lebaran itu koleksi gue dari tahun ke tahun.

Pernah denger rezeki anak soleh? Itulah yang gue dapat. Uang beasiswa BI cair. Problem solved. Bahkan uangnya lebih, jadi gue bisa beliin mapau printilan lebaran, dan gue yakin sampe sekarang mereka masih bertanya-tanya, “anak gue dapet uang dari mana, tiap hari kerjaannya cuma makan tidur makan tidur sama nonton FTV dirumah”.

Oh ya, ga sampe situ. Karena sejak gue megang uang agak banyak, resresan dari beasiswa BI, gue terbiasa untuk ga minta uang jajan sama pau.

Makin kesini, uang makin tipis, tapi gue mulai belajar untuk manage uang dan mulai usaha. Usaha online shop lucu dengan barang-barang high quality but affordable price yang bernama @hijablessing.

hijbalessing

Serius, di masa-masa kaya gini gue bener-bener ngerasa lagi ngejalanin ujian yang nyenengin. Ga punya pegangan uang yang cukup banyak, tapi gue ngerasa aman. Intinya gue ga takut ngejalanin hari esok gimana, walaupun gue ga tau tabungan gue masih bisa nopang hidup atau ga. Gue juga mulai ngelatih instink jualan dengan berani-beraniin modal, walaupun belum tau akan balik atau ga. Tapi semua yang gue jalanin saat ini bener-bener nyenengin, ga jadi beban.

Bismillah, semoga masih bisa kuat iman dan komitmen untuk terus bisa hidupin diri sendiri. kalo sekarang berenti untuk minta uang jajan, semoga berikutnya bisa bayarin listrik, BPJS, belanja bulanan, bikin kontrakan 10 pintu, sekolahin anak yatim, bagusin yayasan, bikin masjid, dan aaaah terlalu banyak mau. But ya, I will. Kalo masih punya pikiran, gausah takut gabisa hidup.  Bismillahirahmanirahim..

Categories: letShare | Tags: , , , | 1 Comment

teruntuk

teruntuk bapak yang sampai saat ini masih terngiang-ngiang dalam pikiranku. bukan, bukan pau bapakku, atau siapapun itu yang pernah kutemui raganya. bapak ini adalah bapak maya bagiku. bapak yang dengan sabar membaca dan menjawab sms-sms ngaco anak smp yang sedang mencari jati dirinya. bapak yang sampai saat ini masih terus ku pantau timeline facebooknya. bapak Yudistira.

semua berawal dari buku anak-anak terbitan Mizan yang aku belu seharga 3000 rupiah saat mengunjungi pesta buku di istora senayan bersama mama, dahulu kala. ya, mungkin 10 tahun lalu. siapa yang mengira bahwa buku obral yang sangat murah itu berdampak besar untukku. setidaknya tanpa buku itu, mungkin aku tidak akan menjadi aku saat ini.

buku dengan bahasa yang sederhana ini mengulas tentang bagaimana supaya menjadi anak yang baik, dan menemukan passionnya. buku yang baik untuk anak-anak abg labil macam aku saat itu. satu hal yang membedakan buku itu dengan buku lainnya, yaitu no hp. ya, penulis sengaja menaruh no hp bagian tentang penulis. entah berapa banyak buku yang telah aku baca, namun ini adalah buku satu-satunya yang ku temukan no hp penulisnya didalamnya.

aprisya, abg labil yang iseng saat itu. melihat no hp, maka tak di sia-siakannya untuk menghubungi si penulis. hingga terjadilah sesi curhat antara aprisya abg dengan si penulis dewasa yang sangat bijak.

banyak hal yang aku ceritakan, banyak hal yang aku tanyakan, banyak hal yang aku dapatkan.

bapak, malam ini aku melihat bapak kembali di timeline facebook. ingin rasanya menyapa, dan menanyakan kabar. tapi aku terlalu takut dengan pertanyaan balik darimu. apa kabarku? terlalu sibuk zikir skripsi tapi tak kunjung di kerjakan. apa kesibukanku? aku sibuk memikirkan skripsi yang masih belum terjamah. ah, sungguh tak menggambarkan semangat seorang aprisya abg.

setelah ini pak. setelah aku mendapatkan gelar S.Kom ku, setelah aku merasa cukup pantas untuk dapat kembali menunjukkan diri, secepatnya aku akan menyapa bapak dan bertanya kabar. tak lupa, aku juga akan mengucapkan terimakasih karena bapak meluangkan waktu untuk aprisya abg saat itu.

teruntuk Bapak Yudistira Soedarsono, terimakasih.

Categories: letShare | Leave a comment

Itikaf

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Lebaran!

Yaaaaay, puasa udah selesai. Walaupun banyak rencana-rencana yang ga dilaksanain selama bulan ramadhan (skripsian .red) tapi ada satu hal yang bikin gue seneng, karena akhirnya bisa ngerasain juga. Apa? Apa apa? Yes, itikaf!

Anyway, tulisan ini sama sekali bukan untuk riya atau sebagainya, just share. Yes, share. Karena sewaktu tiba-tiba gue mau ngerasain itikaf di 10 hari terakhir ramadhan, gue sempet googling tentang itikaf dan belum menemukan real storynya orang yang itikaf di masjid. Tapi kalo untuk tata cara dan dalil mengenai itikaf, banyak sekali di google, dan bener-bener ngebantu orang awam kaya gue.

Intinya selama itikaf kita harus niat. Apapun yang dilakuin, tentunya kita harus punya niat yang baik ya supaya semua berjalan dengan baik pula.  Selain itu, selama itikaf ga boleh terjadi transaksi jual-beli. Jadi untuk sementara itu juga gue tutup proses jual-beli di olshop gue, termasuk masalah utang piutang. Tidur dan keluar masuk masjid ga masalah kalau ada kepentingan, yang penting balik lagi ke niat awal mau berdiam diri di masjid untuk ibadah.

Setelah baca ketentuan itikaf, dan gagal nyari temen untuk itikaf bareng karena ga ada yang mau, gue izin sama mapau pagi-pagi pas sahur. Seperti biasa, pasti jawabannya “terserah.. yang penting…” sudah bisa diduga. Akhirnya pagi itu juga gue siap-siap packing barang. Satu set baju, alat mandi, dan alat solat. Semua dibuat seminim-minimnya karena hari itu gue mau nongkrong-nongkrong cantik dulu sama temen-temen smp, jadi sebisa mungkin jangan bawa tas yang terlalu besar.

Setelah buka puasa bareng, duduk-duduk di warkop, sekitar jam 1an gue jalan ke istiqlal. Yap, gue milih istiqlal sebagai tempat itikaf pertama gue. Selain istiqlal merupakan masjid terbesar di Jakarta, juga karena salah satu temen gue mau itikaf juga disana, jadi ada tebengan. Hihi

Sesampainya di istiqlal, gue langsung misah, karena tebengan gue ini cowok. Dan akhirnya gue bener-bener sendiri di masjid super besar ini.

images

Setelah wudhu, solat isya, dan sedikit tadarus, jam 2 tepat diadakan solat jamaah Qiyamul Lail. Doanya satu juz, subhanallah pegelnya apalagi ini solat Qiyamul lail gue yang pertama. Tapi kalo ga kuat, serius pasti malu banget karena disana banyak banget nenek-nenek bungkuk sampe bocah-bocah piyik yang ikutan solat. Mereka bisa, masa iya usia produktif kaya gue engga? Mereka penyemangat. Ga ada lagi alasan untuk ga ibadah kalo udah liat mereka.

Solat selesai jam setengah 4 pagi, dan orang-orang langsung bubar untuk sahur. Ga perlu khawatir karena disini disediakan sahur untuk orang-orang yang itikaf. 1000 porsi setiap harinya. Satu nasi kotak dengan lauk nasi, tumis sayur, dan telur bumbu kuning, serta satu gelas susu. Buat yang porsi makannya banyak, atau suka ngemil pas sahur, dan banyak minum air mineral, baiknya bawa sendiri dari luar. Karena air mineral tidak disediakan disini. Kalaupun bosan, bisa beli makanan-makanan yang tersedia di halaman istiqlal. Banyak sekali pedagang makanan mulai dari sate, bubur, mie tektek, nasi goreng, nasi pecel, baso, dan lain sebagainya. Tapi harga yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal dari biasanya.

Setelah sahur, solat subuh, dan renungan fajar (semacam tausiyah), kebanyakan orang akan menggunakan waktu pagi-pagi cantik untuk tidur. Maka jadilah ruang utama masjid menjadi kasurnya beratus-ratus orang.

Kalau mau tidur, biasanya gue akan mencari tembok dipojokan. Menggunakan tas yang berisi baju untuk bantal, dan mengalungkan mini sling bag yang isinya hp dan uang di atas perut. Dengan begini, insha allah barang-barang bawaan aman, dan tidur nyenyak.

Jam 8 pagi, petugas istiqlal akan membangunkan jamaah yang tidur dengan toa dan sirine yang berisiknya nauzubillah. Jamaah yang tidur ditengah, akan diminta minggir kesamping, karena akan dibersihkan dengan vacum. Kalau sudah begini, gue akan kebawah wudhu, solat dhuha, dan tadarus.

Sampai sekitar jam 10 pagi, gue mandi. Satu hal yang perlu diingat kalau toilet istiqlal dikala ramadhan adalah tempat sangat ramai. Untuk bisa buang air kecil atau mandi, biasanya gue perlu antri 10-30menit, lumayan sih nyebelinnya. Sampai suatu pagi gue pernah kebelet banget, dan antri ga kelar-kelar sampe pengen nangis. Sedih, sumpah!

Setelah mandi, dan syar’I gue balik ke atas. Oiya, dikesempatan ini, gue pake baju syar’I gitu. Semacam keinginan terpendam mau nyoba pake baju ala ala batman, mumpung ga ada yang kenal juga. Tapi hari berikutnya, pas dijemput, gue malah dibilang kaya anak TPA pake baju kegedean. Bye!

Siang sampai sore kegiatan gue looping di wudhu, solat, tadarus, dengerin ceramah, dan kadang ngobrol sama ibu-ibu atau nenek-nenek. Ada yang dari Sulawesi, ada yang dari bekasi, ada yang cuma mau numpang solat, ada juga yang udah 7 hari menetap di istiqlal sampe bawa-bawa koper. Untuk ibadah, mereka rela meninggalkan kehidupannya.

Menjelang magrib, gue turun kebawah untuk buka bersama. Ada 3000 porsi makanan setiap harinya untuk berbuka. Menu nya apa? Masih nasi, tumis sayur, telur bumbu kuning, segelas susu, dan bonus 3 buah kurma. Ga kebayang sih kalo 10 hari nginep disini dan harus makan telur bumbu kuning pake susu terus-terusan tiap hari. Hihi

IMG_20150715_172220

Anyway, dipembagian makan ini ada petugasnya. Mereka pake kaos hijau-kuning dan selempang ala-ala sarjana bertuliskan “Petugas Takjil 1436H”. Hei hei, jangan harap mereka akan tersenyum manis ketika membagikan makan, karena petugas-petugas ini lumayan halal untuk diselengkat pas jalan. Ngeselin banget mukanya. Galak-galak. Nenek-nenek ngasih gelas lama sedikit aja bisa di caci maki. Huh!

Setelah buka, wudhu lagi, solat magrib, dengerin ceramah, dan tarawih, lalu tadurus lagi, semua looping lagi seperti hari sebelumnya. Qiyamul lail, sahur, tadarus, solat subuh, lalu tidur lagi, mandi lagi, dan solat lagi. Ini seni nya, ketika itikaf hidup benar-benar hanya untuk ibadah. Ga mikirin skripsi, lomba, tugas, jualan, dan hal-hal duniawi lainnya yang biasanya muter-muter ngomong sendiri didalam otak gue. Bener-bener fokus, untuk ibadah.

Serunya lagi, karena disana gue cuma sendiri, gue bener-bener bebas mau ngapain aja. Mandi jam berapa, solat dimana, senderan dimana, tadarus dimana, nangis dimana, termasuk pake baju apa, semacam quality time gue sama alam awah sadar. Apapun yang gue lakuin disana, gue ga perlu minta persetujuan siapapun. Ga ada yang kenal juga, ga perlu takut mereka akan komentar apa terhadap gue. I’m totally free.

Jam 10 pagi, setelah mandi dan sedang bertadarus ria, tiba-tiba ada petugas yang teriak-teriak dengan nada kasar. Tanpa pengeras suara. Semua orang yang berada dilantai utama pasti mendengar teriakan petugas itu. Penyebabnya ga lain karena disis kiri, tempat banyaknya nenek-nenek dan anak-anak tidur saat ini akan dibereskan karena notabene besok adalah lebaran. Karena masih banyak yang tidur, petugas tersebut emosi dan membentak orang-orang disana.

Serius, gue sebel banget. Pertama, men ini masjid, masa iya lo teriak-teriak ga tau aturan gini di rumah Tuhan? Kedua, yang diteriakin itu nenek-nenek dan anak-anak. Ga ngerti ya, orang itu ga dilahirin sampe ga punya orang tua atau ga punya anak sampe tega neriakin anak-anak macam itu. Gue yang denger dari jauh, dan masih muda aja deg-degan luar biasa dengernya, apalagi nenek-nenek dan anak-anak yang super sensitif. Mereka juga pasti trauma efek teriakan super kampret itu.

Gue ga abis pikir pekerja-pekerja ini berasal dari mana. Diluar bayaran yang kecil, atau apapun alasannya, mereka harusnya bisa bekerja dengan ikhlas, dengan senang. Atau minimal ada pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan performa kerja mereka.

Itikaf di istiqlal itu super menyenangkan, selain petugas-petugas dengan wajah-wajah jutek nan galak itu. Another life goals gue, buat pelatihan kaya yang HRD-HRD lakukan ke karyawan mereka supaya pegawai-pegawai masjid bisa bekerja dengan tulus ikhlas apapun kondisinya.

Well, ini cerita gue. Buat yang belum pernah itikaf dan mau cobain, semoga tulisan ini bisa jadi gambaran. Yuk luangin waktu sehari dua hari atau mungkin 10 hari di akhir ramadhan untuk fokus ibadah. Semacam bentuk syukur kita atas 365 hari yang sudah Tuhan kasih dengan penuh berkah.

Selamat lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin :)

Categories: letShare | Tags: , , , , | Leave a comment

Main-main di Cariu [1]

Kuliah Kerja Nyata (KKN), ga terasa udah hampir satu tahun gue ngelewatin masa-masa itu. Masa dimana dalam perencanaannya banyak sekali hal yang mau dilakukan untuk memajukan desa, namun pada kenyataannya semua rencana baik itu hanya sebatas konsep yang masih belum terwujud karena berbenturan dengan harga hingga waktu.

Gak begitu banyak yang gue lakuin selama KKN selain piket untuk masak sebanyak 6 hari dalam kurun waktu kurang dari 30 hari. Sisanya, hanya mengajar SD dihari senin-rabu dalam waktu tiga minggu. Jadi masa produktif gue Cuma sekitar 9 hari. Sisanya lebih banyak di kontrakan, tidur-tiduran, nonton film, dan main pijit-pijitan sama anak-anak SD yang tiap hari main ke kontrakan.

Hidup terasa berjalan cepat di Cariu. Bayangkan, selama satu bulan gue bisa ngerasain berbagai dinamika hidup. Ya, hanya dalam satu bulan. Bisa ketawa bareng temen-temen yang aneh-aneh, terus berantem, tiba-tiba baik lagi, terus sebel lagi, belum lagi harus ngurus permasalahan pemuda disana yang kurang akur, urus seminar, nimba air dari sumur, ke pasar pagi-pagi, dangdutan di 17an, hangout ke pasar malem, lobby sana sini cari duit, ngajar angklung gara-gara caper, dan masih banyak lagi. Oke ternyata banyak hal yang gue lakuin selama di Cariu. Ga Cuma makan tidur looping aja.

Ah, karena lagi kangen anak-anak SD yang makin tua sebelum waktunya, gue mau share sedikit tentang pengalaman ngajar selama di SD 03 Cariu.

Gue, Euis, Ziezie dateng ke Cariu ga ada persiapan sama sekali untuk ngajar, karena program ngajar sebenarnya bukan tugas kami bertiga, tapi karena ada hal ini itu jadi harus kami bertiga yang handle. Jadi jangan ditanya tiga orang anak saintek ini ngapain kalo dikelas selama dua jam. Minggu pertama bikin es krim (karena cuma itu yang gue tau tentang sains, perubahan bentuk cair-padat), minggu ke dua belajar komputer pake word (gatau mau ngapain lagi, dan kita bertiga terlalu males untuk cari pelajaran), dan minggu ke tiga belajar puisi (ini mentok banget sekalian cari bibit buat perform untuk acara tabligh akbar). Oportunis sekali kami..

Tiga hari dalam seminggu, kami bertiga bolak-balik ke SD ini. Kadang naik mobil di anter Edvan atau Adam, kadang naik motor bertiga kaya cabe, kadang dianter cowok-cowok yang piket, kadang juga jalan kaki karena ga ada angkutan umum macam angkot disana.

Hal yang paling seru dari mengajar anak SD adalah semangat mereka yang, ah! Bahkan gue masih bisa bayangin teriakan semangat mereka tiap gue ucapin selamat pagi atau ngadain kuis dadakan demi hadiah sepele kaya penghapus atau tempat pinsil. Semangat mereka, itu yang bikin gue seneeeeeeng banget ada disana. Selain karena ada salah satu pak guru emesh yang ganteng disana. Hahaha!

Hari pertama gue ngajar, saking terlalu senang dengan teriakan, gue ngajak anak-anak kelas 4 untuk nyanyi selamat ulang tahun untuk ziezie, gue bilang ziezie ulangtahun hari itu. Dan ya, mereka bersemangat sekali bernyanyi selaamt ulang tahun untuk ziezie yang sedang tidak berulangtahun hari itu. Gue kira keriuhan Cuma sebatas dikelas, tapi ternyata engga. Karena sore-sore cantik pas semua orang lagi tidur, tiba-tiba dateng satu rombongan yang isinya anak-anak kelas 4 dan 5 yang datang bawa banyak kado, dan tepung untuk ziezie. Gilak!

IMG-20140819-WA0037

Ga berenti ketawa hari itu. Pun anak-anak KKN yang lain, sibuk bego-begoin gue karena udah bohongin banyak bocah sampe mereka rela beli kado. Kadonya apa? Mulai dari boneka, jilbab, kaca, sampe jepitan rambut. Dan itu semua akhirnya dibagi-bagi ke anak-anak KKN yang lain. Duh dek, maafkan aku ya..

Kampret momen lainnya adalah saat gue iseng masuk-masuk ke gudang dan nemu angklung. Karena iseng dan mau caper ke pak guru ganteng yang ternyata baru 22 tahun saat itu, jadi gue mainin lah deretan angklung itu. Banyak anak-anak yang nyamperin, sampe akhirnya gue main tebak lagu sama mereka. Mulai dari Indonesia raya sampe lagunya ayu ting-ting. Ngarepnya pak guru ganteng yang nyamperin, tapi malah pak guru adeknya pak kepala desa yang datang. Dia nanya-nanya tentang angklung, dan gue bilang kalo gue sebatas tau nada diatonis jadi bisa dimainin dimana aja, piano sampe buyutnya yang gak lain adalah alat musik string.

Akhirnya si bapak minta gue untuk ngajar anak-anak angklung, dan karena gak mau rugi, gue ngusulin supaya anak-anak belajar angklung untuk pentas diacara tabligh akbar yang diadain kelompok KKN gue diakhir masa pengabdian kita. Deal. Dan jadilah gue ngajar anak-anak tiap hari selama senin-kamis, untuk kemudian jumatnya perform di Tabligh akbar.

Empat hari ngelatih anak-anak angklung itu cukup drama. Selain karena jam tidur siang gue hilang, mereka juga sering kali ngadu-ngadu gitu karena ternyata ada dua kubu. Si X ga suka sama si Y, tapi kalo didepannya akrab banget. Hal-hal naif nan munafik yang gue pikir Cuma terjadi dikalangan orang dewasa, ternyata juga terjadi dikalangan anak-anak SD penggemar GGS. Rawr!

DSC_1048

Diluar itu semua, sebuah penghargaan bisa berada di Cariu untuk mengabdi, berbagi, menikmati hidup, dan belajar bersosialisasi sebagai manusia dewasa yang utuh. Satu bulan yang penuh cerita. Beruntung bisa ngejalanin 1 SKS termahal dalam mata kuliah. Worth!

Categories: letShare | Tags: , , , , , | 3 Comments

Mencari Tuhan

Beberapa minggu terakhir, aku sibuk bertanya, siapa itu Tuhan? Kenapa aku harus menyembahNya? Kenapa pula harus ada aku di dunia ini? Kenapa Tuhan menciptakan manusia dan memilih manusia untuk menjadi pemimpin di bumi? Apa Tuhan tak mampu mengurus bumi ini sendiri? atau Tuhan merupakan pemilik saham yang suka drama, hingga menciptakan manusia sebagai hiburan bak menonton film?

Pertanyaan itu tak berhenti, bahkan terus bercabang dan hampir gila aku dibuatnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali fokus mengerjakan skripsi dan beberapa project, sembari menyusun rencana, bahwa ketika ini semua selesai, aku memiliki cukup uang dan mendapat gelar S.Kom ku, aku akan melakukan perjalanan untuk menemukan Tuhan.

Aku hanya ingin semua pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terbaca dangkal itu dapat terjawab. Bukan dengan kata-kata orang yang dilabeli ustadz atau pemuka agama lainnya, apalagi pada orang yang pasrah saja karena Tuhan merupakan kebenaran hakiki, namun diperoleh dari katanya dan katanya, tanpa mencari tahu lebih dalam.

Aku hanya ingin yakin dengan hal yang selama ini aku jalani, bukan hanya meyakini agama hasil turunan yang memang sudah ada bahkan sejak kakek buyutku bernafas. Aku percaya, keyakinan harus dicari, dan aku sangat mengapresiasi bagi orang-orang yang ingin mencari.

Salah satu temanku saat ini menjadi atheis karena ia sendiri masih mencari tuhannya. Ia mungkin tak beragama, dan tak berTuhan, namun sampai saat ini aku yakin bahwa ini memang proses dari perjalanan dalam pencariannya. Aku tak berharap menjadi sepertinya, namun sangat salut mengenai keberaniannya dalam bersikap. Bersikap untuk tak menerima begitu saja apa yang ia dapat.

Sampai akhirnya malam ini, 1 Juni 2015, bertepatan dengan malam Nispu Sya’ban, aku seolah kembali mendapatkan ruh ku. Ruh yang entah selama ini hilang kemana, karena terlalu sibuk bertanya mengenai tuhan dan mengejar dunia. Ya, ruh itu kembali. Ia bergetar ketika membaca surah Al-Fatihah.

Aku begitu menikmati saat-saat dimana aku seolah dapat berinteraksi langsung dengan tuhan. Saat berdiam diri sembari zikir seperti yang selama ini di ajarkan pau, saat membaca ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang bahkan aku tidak tahu artinya, saat tiba-tiba aku menangisi hidup yang sedang berjalan lancar, bahkan saat aku melakukan hypnotheraphy untuk diriku sendiri.

Aprisya, bagian mana lagi yang mau engkau pertanyakan?

Aku mulai menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan itu timbul justru ketika aku sedang jauh-jauhnya dengan Tuhan. Dan ketika aku kembali mendekat, segala pertanyaan itu seolah terjawab tanpa dapat di argumentasikan lagi.

Akupun mulai sadar bahwa setiap kalimat yang pau ucapkan memang kadang terdengar spele, namun bermakna sangat luas. Karena disetiap akhir perdebatanku mengenai apapun dengannya, ia selalu berkata, “Aprisya, tidak semua hal dapat diselesaikan dengan logika, untuk itu hati ada.”

Aku tidak perlu kemana-mana untuk mencari Tuhan, karena Tuhan ada dimanapun dan kapanpun saat aku mendekatkan diri padaNya.

Categories: letShare | 1 Comment

Mengenal Rupiah

Kapan terakhir kali anda memerhatikan uang yang sehari-hari anda gunakan demi menyambung hidup? Bagaimana warna, tekstur, gambar, hingga kejutan-kejutan kecil yang dapat ditemui ketika anda benar-benar mengamati rupiah.

Setiap rupiah yang anda miliki, dimulai dari pecahan terkecil 100 rupiah hingga 100.000 rupiah memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Jika sekilas mata anda akan menemukan gambar para pahlawan dengan nilai rupiah disalah satu sisi, dan gambar adat maupun budaya khas Indonesia tetap dengan nilai besaran rupiah di sisi lain, ternyata rupiah tidak sesederhana itu.

Mari perhatikan pecahan 2000 rupiah sebagai contoh. Pada uang berwarna abu-abu dengan beberapa siluet berwarna emas ini, anda akan menemukan Pangeran Antasari dengan kopiah kain serta baju kap tradisional khas daerah asalnya, Kalimantan. Namun ada hal menarik yang mencuri perhatian di bagian kanan kepala sang Pangeran, yaitu batik khas Dayak yang diam-diam muncul. Tidak sampai disitu, jika anda memerhatikan lagi dengan seksama, anda akan menemukan guratan bertuliskan “BI” dengan cetak tebal namun tersamar. Indah sekali.

Jika anda ingin lebih berusaha, anda akan menemukan tulisan “Bank Indonesia” dengan ukuran yang sangat kecil di bagian 2000, serta di ombak yang berada di atas serta bawah tanda air berada, dan pada bagian garis pipa tepat dibawah tulisan DUA RIBU RUPIAH dibagian kiri bawah mata uang. Anda juga dapat menemukan tulisan “DUARIBURUPIAH” tanpa spasil jika memerhatikan bagian seelah kiri dari kepala Pangerang Antasari, tempat dimana terdapat ukiran indah dengan bentuk seperti tameng.

Lalu mari membalik uang 2000 rupiah ini ke arah lainnya. Dibagian ini terdapat enam orang wanita dengan atribut lengkap mulai baju, ikat kepala dengan bulu, hingga tongkat yang sedang menari tarian adat Dayak. Sama halnya dengan bagian sebelumnya, pada bagian ini anda akan tercengang dengan detail dari setiap goresan yang tergambar di pecahan 2000 rupiah ini.

Keindahan rupiah juga tidak hanya timbul dari tiap gambar yang terpapar, namun juga dari teksturnya yang dapat membantu tuna netra untuk dapat mengenali nilai rupiah itu sendiri.

Rupiah sudah didesain dan dibentuk dengan sangat apik, hingga setiap orang dapat mengenali dan dapat menganggumi keindahan serta keberagaman Indonesia dengan cara-cara sesederhana memegang rupiah. Selain itu juga terdapat filosofi lain, dimana kita sebagai penerus bangsa harus menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa dengan mudah. Semudah menggunakan rupiah di negeri kita tercinta.

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Pembayaran Non Tunai, Amankah?

Uang sebagai alat pembayaran merupakan suatu hal pokok yang dibutuhkan oleh seluruh manusia tanpa terkecuali. Seiring perkembangan zaman, uang saat ini dibentuk dalam berbagai bentuk lain. Tidak hanya berupa kertas ataupun koin, uang saat ini mulai berubah dalam bentuk lain mulai dari kartu, hingga berbentuk digital yakni dalam uang elektronik.

Dalam bentuk kartu, terdapat kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit yang masing-masing dapat memberikan kemudahkan dalam bertransaksi tanpa membawa uang tunai. Namun, jika kartu ATM dan kartu debet menggunakan dana untuk bertransaksi yang berasal dari rekening simpanan pemegang dan akan berkurang secara otomatis jika digunakan, beda halnya dengan kartu kredit. Kartu kredit dapat digunakan untuk bertansaksi dengan menggunakan fasilitas pinjaman atau kredit yang diberikan oleh penerbit kartu.

Jika pada kartu ATM, debet, dan kartu kredit pemegang harus terikat dengan penerbit kartu, dan akan terkena biaya administrasi dalam jangka waktu tertentu, beda halnya dengan uang elektronik. Penggunaan uang elektronik lebih mudah, karena dapat digunakan tanpa melakukan registrasi secara khusus. Sehingga siapapun dapat memiliki uang elektroniknya sendiri.

Saat ini terdapat tiga jenis uang elektronik. Yakni yang berbentuk kartu seperti Flazz yang dikeluarkan oleh BCA, E-toll card oleh Bank Mandiri, dan Brizzi oleh Bank BRI yang masing-masing dapat digunakan untuk bertansaksi di minimarket, loket Trans Jakarta, hingga Commuter Line. Selain itu terdapat jenis uang elektronik lain yang berbentuk gelang, seperti yang diterapkan Bank Mandiri pada produk terbarunya, yaitu E-Money. Penggunaan E-Money tidak jauh berbeda dengan uang elektronik pada kartu, cukup dengan tap, E-Money sudah dapat digunakan. Tidak sampai disitu, Saat ini juga Uang elektronik mulai merambah ke smartphone sehingga Bank Mandiri mengeluarkan aplikasi bernama E-Cash, yang berupa aplikasi pembayaran melalui smartphone. Sedangkan CIMB Niaga mengeluarkan rekening ponsel, dengan menggunakan SMS untuk melalukan transaksinya.

Alat pembayaran non tunai yang disebutkan tentu sangat membantu dalam bertransaksi sehari-hari. Namun, terdapat sisi lain yang juga harus diperhatikan, yaitu terkait keamanan dari setiap alat pembayaran yang ada.

Seiring dengan perkembangan alat pembayaran yang sedang bertransformasi dari tunai menjadi non tunai dengan bantuan teknologi, tidak sedikit pihak yang melihat perpindahan ini sebagai celah yang dapat dimasuki, khususnya oleh penyusup yang memiliki kepentingan tertentu.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang hacker untuk mendapatkan informasi terkait data finansial korban yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingannya, diantaranya dengan melakukan spoofing.

Spoofing merupakan teknik untuk memperoleh suatu akses secara tidak legal ke suatu komputer, informasi, ataupun jaringan. Biasanya, sebelum melakukan aksi hacking ataupun cracking, penyerang akan melakukan spoofing terlebih dahulu guna mengamankan diri agar aksinya tidak dapat terbongkar, karena menggunakan identitas yang tidak sebenarnya. Spoofing sendiri biasa terjadi pada pengguna yang ingin melakukan transaksi dengan menggunakan internet banking.

Terdapat beberapa macam Spoofing. Diantaranya IP Spoofing dimana pelaku akan mengganti IP addressnya dengan IP lain. DNS Spoofing dengan mengambil nama DNS dari sistem lain yang dapat membahayakan domain name server suatu domain yang sah seperti google, facebook, dan sebagainya. Identify Spoofing, menggunakan identitas orang lain secara ilegal.

Berbagai macam spoofing dilakukan untuk mengelabuhi orang lain, agar suatu saat jika aksi hacking ataupun cracking yang dilakukan oleh penyerang diselidiki lebih jauh, presentase penyerang untuk tertangkap menjadi lebih kecil atau bahkan tidak bisa sama sekali diketahui.

Salah satu contoh spoofing adalah korban ingin masuk ke laman www.klikbca.com namun, penyerang sudah meletakkan posisi web nya yang lain yakni www.clickbca.com dengan tampilan yang sama persis. Sehingga korban akan memasukkan data dirinya di web milik penyerang, dan akan secara otomatis masuk ke database milik penyerang tanp disadari oleh korban.

Setelah mendapatkan identitas korban, biasanya penyerang akan menarik data milik korban yang kemudian dapat di generate ke dalam kartu dengan alat tertentu. Sehingga penyerang dapat memiliki kartu yang sama dengan korban, dan dapat digunakan kapanpun sesuai keinginan korban. Tindakan men-generate kartu itu dinamankan carding.

Selain dua hal tersebut, terdapat beberapa tindakan cybercrime lain terkait dengan keamanan bertransaksi secara non tunai. Selalu terdapat resiko dibalik penggunaan uang secara tunai maupun non tunai. Maka, semua kembali kepada nasabah sebagai pengguna untuk memilih menggunakan alat pembayaran yang dianggap paling efektif dan efisien.

Categories: letShare | Tags: , , , , , , | Leave a comment

what does this mean?

It is not worth trying to harmonize things, people or situations which are simply not compatible. Remember everyone has different personalities and it’s important you maintain yours. You can find a harmonious way, even if this in in the distant future. It is not worth acting in this particular moment as the general situation is not entirely favorable. You will gain more profits by pulling back temporarily and maintaining your independence. Your wisdom now consists in waiting and avoiding unpleasant people. (ching oracle dec 27-28 2014)

so, what does this mean actually? :|

Categories: letShare | Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.