Every Business Need Business Process

Process, another word that I really like to say in my life. Because in every single step in our life called process. Process to be a better person everyday. And for this post I would to share about Process in terms of business. In truth, all of the activity comes through the interaction of  business process like ordering raw materials, receiving, storing, paying for ingredients, etc. All of the other business have process for conducting their affairs as well.

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bisnis merupakan Usaha komersial di dunia perdagangan. Sedangkan dalam ilmu Ekonomi, Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba. Secara garis besar, bisnis merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Sebagaimana firman Allah dalam Qs An-Najm : 39

yang artinya, “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”

Jadi untuk dapat memperoleh apapun, manusia diharuskan untuk berusaha, dan salah satu usaha yang baik menurut Nabi Muhammad SAW adalah dengan berniaga yang lebih dikenal dengan istilah bisnis saat ini.

Dibalik pelaksanaan bisnis yang baik pasti terdapat proses bisnis yang baik pula. Bisnis proses itu sendiri merupakan rangkaian dari empat elemen seperti aktifitas yang merupakan kegiatan pengolahan dari bisnis yang dijalani, sumberdaya yang berupa sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaksana dari segala rangkaian bisnis, fasilitas berupa alat-alat pendukung dalam pelaksanaan proses bisnis, dan informasi yang berguna unutk memberikan input berupa informasi yang berguna untuk mengupdate permintaan pasar yang disedikan oleh bisnis agar dapat menghasilkan output yang baik. Ke empat elemen tersebut, aktifitas, sumber daya, fasilitas, dan informasi saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bisnis.

Dari ke empat elemen dalam proses bisnis, informasi menjadi faktor penting dalam suatu pelaksanaan bisnis. Sebagaimana yang kita ketahui dalam era yang serba modern seperti saat ini, nothing stays the same. Bisnis akan terus berubah dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Begitu pula dengan selera pasar diluar sana, akan terus berubah, berkembang sesuai dengan perputaran dan gencatan era modern. Oleh karena itulah setiap bisnis memerlukan informasi yang dapat terus memperbaharui bisnis dengan perubahan yang ada didalamnya. Selain itu juga berguna untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam perubahan untuk hasil akhir yang tidak lain tentu saja keuntungan bagi pelaku bisnis.

Informasi itu sendiri merupakan berita yang berasal dari data, dimana data berasal dari fakta-fakta yang ada dikehidupan nyata.Informasi yang baik sebaiknya yang akurat, yang baik, benar, dan lengkap. Selain itu tepat waktu, karena informasi yang sudah telat sudah tidak lagi berharga. Berkaitan dengan konteks yang diperlukan oleh informasi, dan tentunya dengan biaya yang masuk akal, tidak berlebihan.

Selain itu, bagian dari informasi yang tak kalah penting adalah pembentukkan brand. Definisi brand menurut Aaker (1997) sebagai nama dan atau simbol yang bersifat membedakan logo, cap, atau kemasan dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual. Dengan demikian, brand membedakan barang-barang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor. Teori pemasaran dan praktik pemasaran dewasa ini lebih menfokuskan diri pada seni untuk menarik pelanggan baru daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penekanan pada perspektif ini lebih kepada upaya peningkatan penjualan daripada membangun sebuah hubungan pelanggan baik sebelum maupun pada saat terjadinya penjualan dan bukan sesudah penjualan (Kotler, 2000).Dewasa ini, brand mejadi suatu tolak ukut suatu produk. Salah satu contoh klasik yang sangat menarik bagi saya adalah keuntungan besar yang dicapai oleh salah satu produk minuman bersoda yang memiliki brand image bagus. Padahal, secara kesehatan tentu saja masyarakat sudah sadar betul bahwa minuman bersoda tidak baik untuk tubuh.

Dalam jurnal penelitian yang berjudul Pengaruh Brand Characteristic terhadap Kepercayaan dan Niat Beli Konsumen Serta Dampaknya pada Loyalitas Konsumen JEB Vol. 5, No. 1, Maret 2011 yang dilakukan oleh Dharmawan Lubis dijelaskan bahwa niat beli sebagai kecenderungan untuk melakukan tindakan terhadap obyek. Menurut Kotler (2008), niat membeli/niat untuk membeli adalah tahap sebelum keputusan pembelian dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Dalam Theory of Planned Behaviour yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen (1998), sikap dapat digunakan untuk memprediksi minat berperilaku sebagaimana dikutip oleh Ma’ruf (2003). Ketika konsumen memiliki sikap yang baik terhadap produk atau layanan yang diterimanya, konsumen cenderung akan memiliki minat berperilaku yang favourable perusahaan sehingga dapat mempererat hubungan konsumen dengan perusahaan. Dengan demikian, purchase intention dapat dipandang sebagai minat berperilaku yang favourable karena minat merupakan perilaku yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian.

Keputusan pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor (Kotler, 2008), yaitu :
1) Faktor Budaya, faktor budaya memiliki pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen. Para pemasar perlu memahami peran yang dimainkan kebudayaan, sub-budaya, dan kelas sosial konsumen.
2) Faktor Sosial, perusahaan perlu mempertimbangkan faktor sosial ketika merancang strategi pemasaran mereka karena faktor ini dapat mempengaruhi tanggapan konsumen.
3) Faktor Pribadi, usia dan tahap daur hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri mempengaruhi konsumen terhadap apa yang akan dibeli
4) Faktor Psikologis, motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan serta sikap turut mempengaruhi pemilihan pembelian konsumen. Upaya pemasaran dengan mempelajari perilaku konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi tahap-tahap pembuatan keputusan pembelian konsumen dan proses pasca pembelian konsumen adalah untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen terhadap produk yang dibelinya. Usaha untuk memberikan kepuasan kepada konsumen ini dilakukan untuk memotivasi konsumen supaya menyenangi merek produk yang dipasarkan perusahaan tersebut sehingga konsumen memiliki loyalitas terhadap merek produk tersebut.

Faktor psikologis merupakan faktor yang penting dalam pembentukan loyalitas seseorang terhadap suatu brand. Seorang konsumen yang melakukan pembelian ulang terhadap suatu produk dengan brand tertentu tidak berarti bahwa konsumen tersebut loyal terhadap brand tersebut. Seorang konsumen dikatakan loyal terhadap suatu brand apabila konsumen mengadopsi brand tersebut di dalam dirinya. Dalam hal ini faktor kepuasan, rasa senang, dan tidak senang menjadi hal yang menentukan dalam bentuk loyalitas konsumen terhadap suatu brand tertentu.

Lalu mengapa proses bisnis dipelajari dalam bidang IT? Singkat saja, karena segala hal termasuk bisnis profesional saat ini menggunakan teknologi, khususnya sistem informasi. Sistem Informasi membantu dalam aktivitas penjualan dan pembelian.

BP

Dari diagram diatas, (David Kroenke – Characteristics of the five components diagrams at MGT 101) dapat disimpulkan bahwa erat kaitannya antara sistem informasi dengan kegiatan bisnis.

Benang merah dari segala proses bisnis dalam kegiatan bisnis adalah untuk mencapai tujuan berupa keuntungan. Namun sebagai seorang yang beragama, hendaknya kita berlaku bijak dalam menjalai proses tersebut, salah satunya dengan menjauhkan diri dari riba.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (Qs. Al-Baqarah : 278)

It is difficult, but not impossible to conduct strictly honest business. –Mahatma Gandhi

Categories: homework | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Every Business Need Business Process

  1. baik, saya sudah baca. pada dasarnya sudah baik. kalau seandainya ingin ditambahkan sumber dari jurnal penelitian terbaru lebih baik lagi.

  2. siap pak. nanti dicoba baca-baca jurnal. kalau sudah saya kabari lagi. terimakasih pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: