Hei! They have a relationship! Between the Value Chain and Human Resources

Value chain is an activity that starts from the collection of raw materials to the finished its a product for distribution. But behind all the steps in the value chain, there is also the people or human resources who work in it. How the relationship between human development with the support of the value chain in terms of Islamic activity

PENDAHULUAN

Value Chain atau rantai nilai, merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, proses akhir, sampai dengan pemasaran yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Penggunaan value chain itu sendiri tidak lain adalah untuk meningkatkan agar setiap proses yang terdapat di dalam perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat pula meningkatkan kulaitas produs ataupun jasa yang disediakan menjadi lebih baik (cheaper, better, faster) dan di ikuti oleh peningkatan margin sesuai harapan dari adanya proses bisnis itu sendiri.

Selain segala rangkaian kegiatan yang terdapat dalam value chain, dibutuhkan juga sumber daya manusia yang nantinya akan melaksanakan proses-proses yang ada dalam value chain. Sehingga dibutuhkan juga sumber daya manusia yang berkualitas dalam pelaksanaan value chain karena sumber daya manusia merupakan penunjang kegiatan.

PEMBAHASAN

Value chain adalah sebuah sistem yang merupakan rangkaian aktifitas maupun subsistem yang berinteraksi satu dengan yang lainnya dimana masing-masing memberikan nilai terhadap kompetensi perusahaan (Porter, 1985). Dalam persaingan value disini dapat diartikan sebagai jumlah pembeli yang mau membayar atas produk yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga mendapatkan margin.

Suatu perusahaan menguntungkan jika valuenya melebihi biaya pembuatan produk. Sehingga menciptakan value untuk pembeli yang melebihi biaya pembuatan produk adalah tujuan utama dari seluruh strategi yang dijalankan. Value, yang merupakan kebalikan dari biaya, harus digunakan untuk menganalisa posisi persaingan (competitive position) karena perusahaan seringkali meningkatkan biaya mereka dengan tujuan meningkatkan harga guna diferensiasi (Porter, 1985)

Selengkapnya, Michael Porter pada tahun 1985 menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Competitive Advantage bahwa, “setiap firma adalah rangkaian dari aktivitas yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan, dan mendukung produk-produknya atau layanan-layanannya. Semua aktvitas ini dapat di representasikan menggunakan suatu rantai nilai (value chain).”

clip_image002

Primary Activities atau aktivitas primer merupakan suatu aktivitas-aktivitas utama dari suatu perusahaan yang terbagi menjadi 5, yaitu :

· Inbound Logistics, yang merupakan aktifitas yang berhubungan dengan pemasukkan input, perolehan, kualitas material, kelancaran pengiriman material, penjadwalan pembelian material (stock), antisipasi perubahan harga material, penanganan material, daerah asal material, dan lain sebagainya dalam jumalah yang tepat.

· Operation, merupakan aktivitas yang berkaitan dengan pengubahan input menjadi suatu produk yang dibutuhkan oleh pelanggan seperti pemakaian subkontraktor, keamanan lokasi proyek, penjadwalan proyek yang berkala dan up to date, penggunaan sistem borongan kerja, dan asuransi untuk keselamatan kerja.

· Outbound Logistic, merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pendistribusian produk secara langsung kepada konsumen seperti penggudangan barang jadi, penanganan material, operasi kendaraan pengiriman, pemrosesan pesanan, dan penjadwalan.

· Marketing and Sales, merupakan aktivitas yang berhubungan dengan penyediaan sarana dimana pembeli dapat membeli produk yang ditawarkan pelaku bisnis melalui image perusahaan, keikutsertaan proses tender, pemasangan iklan, promosi, dan lain sebagainya yang dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan.

· Service, merupakan aktivitas yang berhubungan dengan penyediaan jasa untuk meningkatkan dan mempertahankan nilai produk yang dapat berupa perbaikan, pelatihan, penyediaan spare parts, penyesuaian produk, dan hubungan yang baik antara owner dengan pelanggan.

Sedangkan Support Activity atau aktivitas pendukung merupakan aktivitas-aktivitas pendukung dari aktivitas utama seperti :

· Procurement, berkaitan dengan manajemen supplier, pendanaan, dan subcontracting

· Technology Development, berkaitan dengan alat-alat konstruksi terbaru, sistem informasi manajemen (MIS) perusahaan, inovasi material pengganti, dan aktivitas lain yang berguna untuk memperbaiki produk dan proses melalui penggunaan teknologi.

· Human Resource Management, yang berkaitan dengan sumber daya manusia, perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan kompensasi, sampai dengan bagaimana membangun suasana kerja yang baik.

· Firm Infrastucture, yang terfiri dari sejumlah aktivitas yang meliputi manajemen umum, struktur organisasi perusahaan, bentuk perusahaan (CV, PT, firma, dan lainnya), perubahan kebijakan, dan lain sebegainya.

Dalam pembahasan ini akan lebih ditekankan pada Human Resource Management yang berarti manajemen sumber daya manusia merupakan sebuah cara dalam mengatur hubungan dan peranan sumber daya dalam hal ini tenaga kerja yang dimiliki oleh individu secara lebih efisien dan efektif, agar dapat digunakan secara lebih maksimal sehingga akan tercapai tujuan (goal) bersama dari perusahaan, karyawan serta masyarakat menjadi lebih maksimal. Sebagaimana yang diungkapakan oleh Pfeffer ditahun 1994, “Machine don’t make things,people do”.

Hal pertama yang dibutuhkan agar sumber daya manusia dapat bekerja secara maksimal adalah dengan menyadari pentingnya pemberian hak-hak mereka denga memenuhi kebutuhannya sebagai seorang manusia. Abraham Maslow mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:

· Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.

· Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.

· Kebutuhan untuk rasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, serta dicintai.

· Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.

· Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide memberi penilaian dan 1 kritik terhadap sesuatu.

Prof. Dr. David C. Mc.Clelland, seorang ahli psikologi bangsa Amerika dari Universitas Harvard, dalam teori motivasinya mengemukakan bahwa produktivitas seseorang sangat ditentukan oleh “virus mental” yang ada pada dirinya. Virus mental adalah kondisi jiwa yang mendorong seseorang untuk mampu mencapai prestasinya secara maksimal. Virus mental yang dimaksud terdiri dari 3 (tiga) dorongan kebutuhan, yaitu:

· Need of achievement (kebutuhan untuk berprestasi)

· Need of affiliation (kebutuhan untuk memperluas pergaulan)

· Need of power (kebutuhan untuk menguasai sesuatu).

Berdasarkan teori Mc.Clelland tersebut sangat periling dibinanya virus mental manajer dengan cara mengembangkan potensi mereka melalui lingkungan kerja secara efektif agar terwujudnya produktivitas perusahaan yang berkualitas tinggi dan tercapainya tujuan utama organisasi.

Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan atau mengerjakan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat terpuji. Hal ini sesuai dengan pendapat Jhonson (1984:101) yang mengemukakan bahwa: “Achievement motive is impetus to do well relative to some standard of excellence”. Sebagai contoh, manajer yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi cenderung akan bekerja sebaik-baiknya agar dapat mencapai prestasi kerja dengan predikat terpuji.

David C. Mc.Clelland (1961:112) mengemukakan 6 (enam) karakteristik orang yang mempunyai motif berprestasi tinggi, yaitu :

· Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi.

· Berani mengambil dan memikul resiko.

· Memiliki tujuan yang realistik.

· Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuan.

· Memanfaatkan umpan balik yang konkrit dalam semua kegiatan yang dilakukan.

· Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.

Adapun pentingnya sumber daya manusia dalam perusahaan adalah sebagai berikut, melihat peran sumber daya manusia dalam perusahaan maka sangat penting bagi perusahaan untuk memperkerjakan karyawan yang memiliki kualitas baik dalam aspek tertentu untuk kemajuan perusahaan, dalam Al Quran pada surah al-Mujadalah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Yang beriman dan berilmu adalah orang yang berkualitas. Orang yang beriman dan berilmu adalah orang kompetitif yang akan selalu mendapatkan derajat tinggi di kalangan para pesaing dan koleganya.

Pengetahuan tentu saja harus kita raih, untuk menjadi pribadi yang sempurna dan berkualitas. Karena ilmu pengetahuanlah yang dapat memberikan pencerahan hidup dan keberhasilan masa depan. Sangking pentingnya hal ini Rasullullah SAW bersabda: “menuntut ilmu adalah kewajiban setiap orang Muslim” [H.R. Muslim]. Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin kebahagiaan hidup di dunia, maka hendaklah menguasai ilmu pengetahuan, barang siapa yang ingin kebahagiaan hidup di akhirat maka hendaklah dia menguasai ilmu pengetahuan dan barang siapa yang ingin menggapai kebahagiaan di kehidupan keduanya, maka hendaklah dia menguasai ilmu pengetahuan”. Imam Ali memberikan penjelasan bahwa sesungguhnya Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang hilang pada jiwa umat ini, karena itu di manapun kalian temukan ilmu, maka kamu wajib untuk mempelajarinya. Dari sini nyatalah bahwa keberimanan dan penguasaan terhadap ilmu adalah syarat mutlak bagi manusia yang berkualitas.

REFERENSI

http://yurindra.wordpress.com/e-commerce/virtual-value-chain (15 Oktober 2012 / 14.00)

http://www.angelfire.com/id/akademika/rksamvaluechain99.html  (15 Oktober 2012 / 14.20)

http://www.ekonomi.lipi.go.id/informasi/penelitian/Dpenelitian_detil.asp?Vnomo=269 (15 Oktober 2012 / 14.33)

psikologi SDM – A. Budiantoro, M.Eng, MBA

http://www.analisadaily.com/news/read/2011/12/23/2755 (15 Oktober 2012 / 22.56)

Categories: homework | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: