the Other Side of Palm

Kelapa sawit, orang mana dinegara kita yang tidak tergiur akan tanaman yang satu ini. menghasilkan uang, salah satu alasannya. Menyedihkan disaat semua pihak berlomba untuk menanam sawit dan mengekspor hasilnya sementara bahan pangan pokok Indonesia banyak yang masih harus di impor dari luar. Sedih? Ya tentu. Ditambah dengan fakta-fakta lain tentang sawit yang baru beberapa bulan lalu saat ketahui langsung dari sumber yang berkaitan.

Mas Sirait, pria berumur kurang lebih 28tahun ini mengajari saya banyak hal. Mulai dari tata krama, etos kerja, bahkan sisi lain tentang dunia kelapa sawit. Ya, saya orang awam yang hanya tahu bahwa kelapa sawit sudah menyumbangkan banyak sekali devisa ke negara ini, diikuti dengan prestasi bahwa kelapa sawit Indonesia berperan penting sebesar 47% dalam pemenuhan minyak dikancah Internasional. Selain itu, kelapa sawit dengan segala kesuksesan bisnisnya dapat memperkaya orang. Begitulah yang saya tahu, awam sekali.

Dibalik segala kebaikan yang ditawarkan oleh tanaman ini, tahukah bahwa sawit hanya dapat produktif selama maksimal 30 tahun? Dan setelah itu sawit tidak lagi akan menghasilkan, bahkan tanahnya tidak lagi dapat digunakan untuk menanam tanaman lain, mati. Ya, menjadi tanah mati yang tidak dapat digunakan.

Lalu mengenai kesejahteraan yang dihasilkan oleh kelapa sawit, sepertinya hal tersebut hanya dirasakan oleh petinggi-petingginya saja. Karena menurut riset lapangan yang dilakukan oleh Friends of the Earth dan LifeMosaic di Kalimantan Barat, sebanyak 49% responden menyatakan kondisi kehidupan mereka lebih buruk ketimbang sebelum ada perkebunan, 37% mengaku hidupnya lebih baik, 12% menyatakan hidupnya sama seperti sebelumnya, 1% ragu-ragu. Sedangkan di Ngabang, lebih dari 90% petani tidak bisa melunasi hutang mereka. Dari 4000 keluarga petani, hanya 100 keluarga yang bisa melunasi hutang. Keluarga lain tidak pernah bisa melunasi hutang mereka karena pohon kelapa sawit mereka tidak produktif lagi.

Ah belum lagi konflik-konflik yang ditimbulkan karena perebutan lahan yang nantinya akan digunakan untuk kelapa sawit. Karena pada dasarnya, sawit memerlukan lahan luas untuk penanamannya, sehingga sangat sering terjadi lahan harus diambil dari hutan lindung, sawah, lingkungan tinggal, bahkan kawasan adat. Dan dalam hal ini tentu saja uang bicara banyak. Menolak? Bukan tidak mungkin orang yang berikeras menolak akan diculik bahkan dibunuh seperti kejadian di Sumatra Utara yang mengorbankan lima orang diculik oleh pelaku yang menggunakan seragam brimob karena konflik antara masyarakat dengan PT OPM.

Ah, dalam segala bidang dan segmen kehidupan, tentunya pro dan kontra akan selalu ada. Tergantung dari sisi mana dan dengan sudut pandang apa anda menilainya. semoga bermanfaat~

Categories: letShare | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: