Environmentally Friendly Business

this time, the business is spearheading the velocity of money you have in life. along with the development and improvement of an active role in the business community, nature seemed to indicate that he was getting old, no longer young, and no longer cared for. so there is a variety of natural disasters to commemorate man’s concern for the planet is habitable. over time, people began to realize the importance of protecting the environment, on the other hand people also need business to make ends meet. up popped “environmentally friendly business”

Bisnis ramah lingkungan, tercetus karena munculnya kesadaran manusia untuk menjaga lingkungan hidupnya saat ini. adapun yang dimaksud dengan bisnis ramah lingkungan adalah menjalankan suatu usaha yang disertai deng an aspek pendukung yang tentunya tidak akan merusak lingkungan. sebagai contoh dengan diterapkannya 3R – reduce, reuse, recyle dalam kegiatan usaha yang dilakukan sehari-hari.

reduce merupakan kegiatan mengurangi limbah dari hasil usaha. limbah ini dapat berupa sisa produksi, maupun sampah hasil kegiatan usaha dalam pelaksanaan bisnis. dengan meminimalisasi limbah, tentunya akan berdampak positif bagi kehidupan yang akan datang.

reuse merupakan penggunaan kembali suatu sisa hasil usaha yang memang masih dapat digunakan. contoh sederhana adalah melipat dan menyimpan kembali plastik yang didapat dari jual-beli suatu barang untuk digunakan kembali pada saat diperlukan.

recycle merupakan kegiatan kreatif untuk mengubah sisa hasil usaha yang sudah tidak berguna menjadi berguna bahkan memiliki nilai jual. seperti membuat berbagai kerajinan dari sampah-sampah plastik yang sudah tidak digunakan. contoh lain adalah membuat pupuk dari limbah rumah tangga.
Reuse-Reduce-Recycle

seorang wirausaha harus melakukan bisnis yang ramah lingkungan agar usahanya dapat terus berjalan. karena dalam pelaksanaan usaha dibutuhkan tiga hal pokok yang mendasari, yaitu Profit (keuntungan), People (masyarakat), dan Planet (lingkungan). ketiga dasar tersebut bertujuan untuk mendorong dunia usaha menjadi lebih etis dalam menjalankan aktivitasnya agar tidak berpengaruh buruk bagi lingkungannya. sehingga usaha yang dijalankan dapat terus bertahan secara berkelanjutan dan memperoleh margin sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dibuatnya suatu usaha.

Bisnis yang merusak lingkungan memang menghasilkan keuntungan, akan tetapi hanya dapat dinikmati dalam waktu yang singkat, sedangkan dampak negatif yang dihasilkan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengembalikan ke kondisi semula.

Ini dapat terlihat dalam permasalahan seperti penggundulan hutan, pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi bisnis, kurangnya akses keuangan bagi pengusaha wanita, dan kelangkaan air dan energi.

Dengan situasi lingkungan hidup saat ini, tak ada jalan lain selain mengubah gaya hidup dan memperbaiki sistem produksi dan supply chain yang ramah lingkungan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia akan mengalami dampak besar dari perubahan iklim.

Mengenai isu lingkungan, muncul istilah-istilah seperti suistanable supply chain, green supply chain dan clos-loop supply chain (SC). Ketiga istilah tersebut mempunyai makna yang kurang lebih seiring dan sejalan. Yakni mengenai SC yang memperhatikan lingkungan. Sebuah SC yang akan memaksimalkan 3 P; profit,people dan planet. Jaringan yang terbentuk tidak berhenti sampai pada konsumen. Tetapi selepas itu limbah (waste) akan didaur ulang dan dimanfaatkan kembali oleh supplier terkait.

Maksud dari supply chain ramah lingkungan adalah menekan cost atau biaya yang dikeluarkan atau upaya efisiensi dalam berbagai aspek tetapi juga tetap memperhatikan lingkungan.

Dalam hal ini biasanya perusahaan yang ingin menciptakan suatu rantai pasok yang ramah lingkungan juga harus melihat tujuan dari bisnis mereka. Sebuah perusahaan harus melihat pada keseluruhan tujuan bisnis dan mengidentifikasi bagaimana transisi  ke rantai pasokan ramah lingkungan dapat membantu mencapai tujuan tersebut.

Perusahaan tidak sering mengubah proses bisnis mereka dan itu adalah sikap yang memungkinkan proses tidak efisien untuk terus berlanjut sehingga menyebabkan limbah yang tidak berguna dan menyebabkan polusi.

Oleh karena itu, bisnis yang ingin bertransisi ke rantai pasokan ramah lingkungan harus mengambil kesempatan untuk meninjau semua proses bisnis mereka untuk mengidentifikasi area mana yang mengadopsi pandangan yang lebih ramah lingkungan.

every act, count.

Categories: homework, letShare | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: