Putih Abu-abu by Ani Yuliani Sudrajat

“A friend is someone who knows all about you and still loves you.”
― Elbert Hubbard

Hampir setiap pagi aku terlambat pergi ke sekolah, setiap pagi aku selalu berpacu dengan waktu, bukan karena rumahku jauh dari sekolah atau tidak ada yang mengantarku tapi karena aku selalu kesiangan. Aku tidak pernah bisa bangun pagi dan datang lebih awal seperti kebanyakan orang-orang, aku selalu memakai waktuku seefisien mungkin untuk tidur, mungkin itu salah satu alasan yang membuatku sering kesiangan. Oia aku sudah mulai bercerita tapi belum memperkenalkan diri. Namaku Reina Yuliana, teman-temanku biasa memanggilku Rei, aku sekarang berseragam putih abu-abu dan aku berada di tahun terakhir masa SMAku, tapi keadaanku tidak pernah berubah, aku selalu bangun kesiangan dan sering lupa dengan beberapa tugas yang menurutku tidak penting. Aku tahu, setidaknya, aku harus menghargai guru-guru yang memberikan tugas itu, tapi sulit bagiku untuk mengerjakan tugas yang menurutku tidak penting, karena aku selalu berpikir tidur itu jauh lebih baik dan menyenangkan dibandingkan dengan mengerjakan sesuatu yang aku pikir tidak begitu berguna untuk hidupku. live is choice, hidup itu pilihan, hidup yang kita jalanin ya terserah kita, tidak ada yang berhak mengatur hidup kita bila itu bertentangan dengan hidup yang kita inginkan, itu yang selalu ada dipikiranku, mungkin itu yang menyebabkan aku suka meremehkan hal-hal yang tidak ku sukai dan aku hanya melakukan apa yang ku sukai dan apa yang ku anggap penting untuk hidupku.

Aku malas dan sedikit aneh, mungkin aku seperti ini karena di sekolah, aku dikelilingi oleh orang-orang yang berbeda dari kebanyakan orang dan mereka tidak kalah aneh denganku, hanya dengan mereka aku merasa hidup, karena mereka membuat hidupku menjadi tidak aneh, tapi hidup yang merasa aneh dengan kami semua. Kami bahagia dengan keanehan ini dan kami merasa bahagia karena berbeda, sesuatu yang berbeda itu sedikit dan sedikit itu special artinya kami semua adalah orang-orang yang terlahir special(menurutku).

Di sekolah aku memiliki teman sebangku yang tingkat kemalasannya merupakan kuadarat dari tingkat kemalasanku, karena 2/3 dari hidupnya adalah tidur(ribet ya? Kan ceritanya anak IPA). Namanya Weki Pikoana, itu memang nama yang sedikit aneh tapi kurasa cocok dengan kepribadiannya yang sedikit tidak wajar, langka dan aneh. Aku pikir walaupun aneh, dia cukup pintar karena ia bisa mengerjakan beberapa soal matematika dengan baik dan benar(ia laaah, aneh blom tentu bodoh), walaupun bagiku ia terlihat seperti orang yang memiliki kemiringan pada otak sekitar 45 derajat(sedikit gila). Ya, itulah dia sangat special bukan? oia dia juga memiliki cara berbicara yang bagus dan pola pikir yang berbeda , dia sangat dewasa dalam hal financial hingga sebagian besar  dari hari-harinya di sekolah adalah bisnis, tapi kata ‘bisnis’ terlalu bagus untuknya, aku rasa ada kata lain yang lebih bagus, emhh ‘ngobyek’ ya itu kata yang tepat untuknya. Dia sangat hobi ngobyek dan selalu memutar otak untuk dapat memutar uang sehingga ia bisa mendapat banyak keuntungan. Dia memang cukup egois, dan kurasa sifat egoisnya itu yang menumbuhkan insting bisnisnya. Aku harap suatu saat nanti dia bisa menjadi pengusaha agar dia bisa menyalurkan bakat bisnisnya dan menjadi pengusaha muda yang sukses(amin). Dia begitu sibuk berbisnis, hingga sekarang keningnya selebar lapangan golf, kurasa itu efek samping dunia bisnis haha dan keningnya itu merupakan salah satu penyebab global warming, karena keningnya dapat memantulkan sinar matahari yang datang ke  bumi dan membuat lapisan ozon sedikit demi sedikit menjadi berlubang. Weki merupakan salah satu dari temanku. Aku tidak keberatan dia duduk di sebelahku tapi ia selalu sibuk berbisnis, itu haknya dan selama ia tidak mengganggu hidupku, tidak membuatku tidak nyaman dan mau menerimaku duduk di sebelahnya dengan segala keanehanku, aku tidak keberatan dengan apa yang ia lakukan karena dia temanku.

Zhe merupakan salah satu dari kumpulan manusia aneh, dia merupakan orang yang duduk di depanku dan Ia senang sekali menghalangi pemandanganku. Menurutku dia cukup pintar dan manis tapi sayangnya dia berwajah antagonis, bila anda merupakan orang yang baru pertama kali melihatnya atau bertemu dengannya, anda pasti akan merasa depresi, susah tidur, kejang-kejang atau bahkan sesak nafas karena melihat wajahnya yang benar-benar terlihat jahat dan penuh ekspresi yang sangat-sangat berlebihan(efek samping melihat wajahnya lebih berbahaya dibandingkan dengan merokok). Tapi ternyata dia tidak sejahat kelihatannya, dia itu baik bahkan bila ia tersenyum menurutku ia cukup manis, tapi memang, kadang ekspresi wajahnya yang berlebihan itu bisa membuat orang takut atau bahkan malas untuk melihatnya(itu berdasarkan pengalamanku saat pertama kali berkenalan dengannya). Dia juga memiliki hidung yang memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung oksigen, maka bila anda berada di dekatnya, anda pasti akan merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan oksigen, anda akan merasakan bagaimana rasanya berebutan oksigen bahkan aku yang sudah bisa menyesuaikan diri kadang flu dan sesak nafas karena duduk di belakangnya(huh, sungguh merepotkan). Tapi di balik itu semua ia merupakan pendengar yang baik dan untuk mencari pendengar yang baik itu sulit karena pada umumnya di usia remaja yang labil seperti, aku saat ini, kita hanya ingin di dengarkan, tidak ingin di komentari dan lebih mudah mencari kesalahan kemudian protes dari pada mendengarkan dan mencari solusi, tapi Zhe berbeda ia lebih suka mendengarkan, walaupun jarang memberi solusi tapi setidaknya ia pendengar yang baik yang bisa sedikit meringankan beban yang ada di hati teman-temannya(terima kasih Zhe).

Temanku tidak hanya dua orang, ada lagi yang ini namanya Xero, dia adalah manusia yang duduk di depan Weki, ia memiliki rambut panjang sepanjang sungai amazon bahkan lebih bila ia ingin dan bisa. Bila anda melihat ia dari jauh anda akan berpikir bahwa dia itu adalah gadis manis yang lembut, ayu dan imut-imut tapi setelah anda mengenalnya, persepsi itu akan gugur dan hancur berantakan karena sebenarnya dia adalah gadis tomboy, maco dan Strong. Setidaknya dia tidak lebih aneh dibandingkan dengan Weki beserta keningnya yang membuat global warming dan Zhe beserta hidungnya yang dapat membuat orang sesak nafas dalam sekejap.

Oke mari kita tengok ke belakang dan lihat siapa yang ada di belakangku, aku duduk di barisan keempat dari depan dan menyisakan sepasang manusia aneh dibelakangku. Yang berada tepat dibelakangku bernama Pio, Pio merupakan satu-satunnya diantara kami yang tidak terlalu malas, mungkin ia tidak malas tapi ia merupakan manusia yang paling tidak mempunyai pendirian yang pernah ku kenal. Masalah yang ada pada hidupnya selalu asmara, karena dia selalu ingin berbuat baik, padahal kebaikannya itu terkadang tidak pada tempatnya dan malah membuat beberapa orang terluka dan sakit hati. Aku ingin sekali marah padanya bila ia bertindak bodoh tapi ia tidak terlalu terbuka padaku, mungkin ia takut ketahuan olehku bahwa ia terlalu sering bertindak bodoh dengan membohongi dirinya sendiri. Dia bertubuh tinggi seperti tiang, suaranya besar sekali dan ia suka sekali tertawa-tertawa tanpa sebab dan tidak pada tempatnya, mungkin bila anda baru pertama kali mengenalnya maka anda akan mengira bahwa ia mengalami sedikit gangguan pada psikologisnya tapi kenyataannya tidak, dia memang sudah begitu sejak lahir jadi tidak ada yang bisa mengubahnya, mungkin kita hanya bisa berdoa untuk perubahannya(mohon doanya ya teman-teman).

Pio tidak duduk sendiri, ia mempunyai chairmate yang paling kreatif diantara semua teman sekelasku, namanya Mey. Dia penggila anime, aku juga suka anime tapi aku tidak sekreatif dia, aku bersyukur tidak sekreatif dia karena bila aku sekreatif dia, nanti aku juga bisa sama gilanya dengan dia, aku mungkin tidak begitu waras tapi setidaknya aku lebih waras 1 persen dari Mey(akhirnya, aku lebih unggul J). Awalnya aku tidak begitu mengerti Mey karena aku baru mengenalnya ditingkat terakhir putih abu-abuku, tapi beberapa bulan berlalu aku mulai menyukai Mey dan ia pun mulai membuka diri padaku, tapi aku kasian padanya semenjak ia mengenalku, sepertinya tingkat keanehannya meningkat dan aku rasa ia akan mulai bersaing dengan Weki yang memiliki tingkat keanehan yang tertinggi sementara ini. Kehidupan manusia aneh berlangsung biasa saja di sekolah, biasa saja menurut persepsi kami tapi kami tidak tahu persepsi orang lain terhadap kami dan akupun tidak peduli, karena untuk apa peduli bila kepedulian itu hanya membatasi ruang lingkup kami untuk bahagia dan menjadi diri sendiri.

Image

created by Tesla Uniqe

Cerita ini sudah ada dari tiga tahun lalu. Sekarang kami sudah berada di “jalur” masing-masing, sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita dan kepribadian kami. Lihat lima tahun kedepan, kami bisa saling bertemu dan memutar memori masa SMA ini. MISS YOU GUYS!

NP : Weki disini berlebihan, gue ga sekampret itu :”

Categories: letShare, MEactually | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: