Reza Nufa

Reza Nufa, sosok yang menjadi begitu biasa dibaca dalam timeline twitter. dia itu banci ngetweet! :p

Kali pertama gue kenal sama Reza itu pas dia mention salah satu twitter kampus gue untuk promo bukunya. Terus dengan isengnya gue retweet, nanya-nanya, kenalan, dan sekarang jadi semacam temen deket di twitter. Cukup deket untuk orang yang belum pernah saling tatap muka secara langsung. Walaupun satu kampus, tapi gue sama sekali ga niat untuk ketemu dia. Bahkan kostannya pun bareng sama temen gue, dan beberapa kali gue main kesana walaupun cuma diluar.ย 

Sosial media memang benar-benar menjadi penyebrang. Sekalipun gue ga pernah ketemu Reza, tapi sedikit banyak gue ngerasa udah kenal Reza dengan baik. Melalui twit-twit ngablu-sembrono-nya yang kadang ga penting tapi bener, blog dengan layoutnya super bosenin tapi kontennya bagus, dan novel-novelnya yang selalu bikin gue kagum sama dia. Pengetahuannya luas, tapi dia bisa menyampaikan dengan bahasa-bahasa sederhana yang mudah dimengerti.

Setau gue, ada 5 novel tulisannya yang sudah di publish, dan 3 diantaranya gue udah baca softcopy nya. Oh ya, ini salah satu yang gue suka dari dia. Dia dengan ikhlas *semoga* nawarin gue untuk jadi pembaca novelnya dan kasih masukan sebelum terbit. Sering-sering, Za! :p

Ini buku-buku Reza yang udah publish, monggo dicari di Toko Buku..

Image

Image

Image

Bukunya itu bermacam-macam. Tentang agama, cinta, sampe setan-setanan, dan semuanya bisa disampaikan dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. Seorang penulis dikatakan sukses ketika pembaca tulisannya bisa โ€œmasukโ€ ke dalam dunia yang penulis gambarkan. Dan itu gue dapat pas baca tulisan-tulisan Reza. Sama kaya pas gue baca bovel-novelnya J. K. Rowling ataupun Dan Brown, yang haram banget ditinggalin sebelum tau endingnya kayak apa.

Itu juga yang jadi salah satu alasan kenapa gue ga mau ketemu dia. Biar aja Reza tetep jadi Hanif yang kritis, Asep si bocah ingusan yang rese, Pahlevi si buta yang dingin, Djaka yang item dekil ga beraturan, Irham dengan tubuh gagah polisinya yang keren tapi baik hati, Fajar aktivis kampus yang pemberani, Rendy dokter yang rendah hati, Benjy yang agak bajingan tapi nice banget, dan segala tokoh lainnya yang dia ciptakan didalam setiap tulisannya. Gue ga butuh Reza, gue Cuma butuh tulisan-tulisannya tetap ada, dan menginspirasi banyak orang diluar sana.

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: