dear Girls, do not work as…

Menurut kalian apa sih pekerjaan yang paling ga cocok dilakukan seorang perempuan selain jadi kuli panggul dipasar? Any idea?

Tukang ojek? Supir bajaj? Kenek metromini? Pembunuh bayaran? Dan hal-hal lain seremnya yang tentu aja ga cocok dengan sifat kewanitaan seorang perempuan. Tapi dibalik itu semua, ada satu pekerjaan yang paling ga cocok (setidaknya menurut gue) untuk seorang perempuan yaitu, hacker!

Image

Baru-baru ini gue dapet pelajaran IT security yang sangat intens membahas mengenai hacking, cracking, virus, trojan, dan sebagainya. Sebagai remaja 20an yang masih gampang tersulut, apalagi kalo dipancing-pancing, isenglah googling mengenai cara menghack suatu web.

And, TARAAAA! Gampang banget didapet, bahkan dengan panduan yang sangat lengkap. Anak sd dikasih juga pasti langsung bisa.

Dari blog orang itu, gue dapat banyak informasi tentang macam-macam metode hacking yang kebetulan juga jadi salah satu tugas kuliah gue untuk pertemuan berikutnya. Lalu gue mencoba salah satu situs milik pemerintah, dan ternyata setelah diserang langsung down! Eureka! Makin seneng, makin penasaran dong.

Lalu beralih lah gue ke web pribadi milik dosen gue. Dia yang ngajarin, ya ga masalah lah ya kalo webnya dia yang dijadiin bahan praktek. Tapi setelah dicoba berkali-kali ga ada hasil yang signifikan. Bener sih, seorang hacker ga akan ngebiarin situsnya di hack orang lain. Proteksi disana pasti kuat. Waullahualam.

Oke, jadi bagian mana yang cocok antara perempuan dan hacker?

Yang pertama adalah perasaan. Untuk nentuin situs mana yang mau gue serang aja, itu perlu waktu yang lama. Mau nyerang X tapi gue kenal sama ownernya, mau nyerang Y tapi kasian orang-orang, dst dst. Lama! Sampe akhirnya gue nemuin suatu situs yang seisa mungkin ga ada kaitannya sama gue, walaupun ada rasa bersalah juga setelah itu. Mohon maaf lahir batin.

Kedua, perempuan itu suka banget ceritain apa aja bahkan yang ga perlu diceritakan. Setelah berhasil bikin down situs orang, gue langsung cerita ke grup LDS dimana dalam grup itu berisi 5 cewek sejenis geng gue dikelas. Tadinya ga mau cerita, tapi udah keburu keluar.

Ketiga, ga bisa jaga rahasia. Lagi-lagi itu gue. Karena setelah kelas selesai, gue sempet nanya-nanya sama dosen, dan dengan polosnya gue bilang kalo gue pernah nyerang situsnya tapi ga berhasil. Maka hacker mana yang jujur dan kebangetan polos selain gue?

Setelah pernyataan itu gue merasa jadi manusia paling bodoh di antariksa. Ah, semoga tidak!

Jujur kan baik, dan doktrin itu yang selama ini sudah tertanam dalam diotak gue. Ga ada bohong yang baik untuk alasan apapun itu. Tapi yang salah disini, kalo aja gue ga ngomong, kan ga perlu juga ada jujur. coba lain kali ditahan ya hasrat ingin berceritanya Aprisya :’)

Setelah kejadian ini, minat gue terhadap hacker-cracker-dan berbagai jenis biskuit lainnya itu udah sedikit menyusut. Entah kalo tiba-tiba gue bisa generate credit card, dan hal-hal berbau uang atau belanja ya. Ah, tapi dosa!

Image

Well, intinya gue akan cari kegiatan lain yang lebih positif. Selama masih punya jiwa labil, better jauh-jauh deh dari perbuatan-perbuatan yang kurang baik tapi bikin ketagihan. Beda halnya kalo lo belajar ini semua untuk tujuan yang baik serta mulia, walaupun sampai sekarang gue masih belum nemuin apa sisi positif dari hack-crack didunia perkomputeran ini. Semoga bijak menentukan! :)

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: