BRAGAS

Ada yang pernah tau apa itu BRAGAS? Well ya, entah dari bahasa apa, menurut informasi yang gue dapet dari mbah, Bragas itu hanya mengonsumsi makanan-makanan yang di kukus atau direbus selama beberapa waktu untuk tujuan tertentu. Sedangkan dari hasil googling, bragas itu sama halnya dengan Puasa Ngeruh, yaitu hanya memakan sayur dan buah.

Menindak lanjuti hasil diskusi gue sama mama, tercetus lah program untuk melakukan bragas. Tujuan bragas bagi mama adalah untuk menormalkan bentuk tubuhnya yang memang sudah agak agak. Sebut saja terlalu gendut, karena terlalu menikmati hidup dengan makan apapun yang ada, kapanpun tidak peduli waktu, dan tidak pernah berolahraga. Belajar dari mama, gue ga mau ikut-ikutan gendut, walaupun sekarang udah mulai gendut. Tapi ini belum terlambat! HAHAHA

Ya, intinya mau jaga supaya badan ga melar. Entah apa jadinya kan kalo gue, yang notabene kurang tinggi ini, ditambah lebar. No thanks. Selain itu jaga kesehatan juga jadi tujuan utama gue setuju untuk ikutan bragas. Bukan tanpa alasan, karena setiap hari, terlalu banyak minyak yang gue makan. Bosen dikit, goreng otak-otak, laper dikit beli pecel ayam. Entah sudah berapa banyak kolestrol yang ada ditubuh, dengan indikator ; semakin banyak makan minyak, semakin banyak bintik-bintik kolesrol di wajah. Tidak mengonsumsi minyak = tidak ada bintik kolestrol di wajah. Yeay! Semoga!

Alasan lain melakukan bragas juga karena menurut penelitian British Medical Journal, orang Asia dianggap beresiko lebih tinggi terkena diabetes. Karena terlalu banyak mengonsumsi nasi. Menurut salah satu teman yang gemar nge-gym, nasi itu jahat. Mungkin karena efek negatif nasi terhadap kadar gula darah, atau nasi yang memiliki nutrisi lebih sedikit, entahlah.

Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat glukosa dilepaskan kedalam aliran darah setelah makan. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, seperti beras merah, membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula lebih stabil. 

Selain gue dan mama, pau juga ikutan bragas. Bukan, bukan karena ikut-ikutan. But, because he has no choice. Ga ada makanan dirumah. Dikulkas Cuma ada buah dan sayur, di dapur Cuma ada umbi-umbian, kacang, dan jagung. Kalo mau makan enak, ya silahkan masak atau beli sendiri. Hihihi

Tiga hari bragas berjalan, tiap pagi sebelum ngajar PAUD gue akan makan setengah jagung dan setengah ubi. Siang biasanya makan sayur-sayuran (sayur sop, sayur bening, sayur asam) lalu rujak, pecel, atau salad yang dibuat sendiri setiap harinya. Dan malam, kembali makan ubi, singkong, dan jagung, lalu sebisa mungkin segera tidur supaya tidak tergoda dengan bakso, mie tektek, ataupun sate yang lewat sambil teriak-teriak menggoda. Huh!

Image

Image

Image

Hal positifnya, waktu tidur jadi lebih cepat. Ga ada lagi begadang-begadang, bangun tidur jadi lebih awal. Masih bisa merasakan waktu gelap, lalu matahari terbit, dan menjadi terang. Sekarang cara mengatur olahraga rutin menjadi tugas berikutnya.

We’ll see, akan berlaku sampai kapan program bragas massal ini. semoga tujuan dari program bragas  untuk menjadi sehat dan langsing dapat berjalan dengan baik. Semoga efek kentut dari terlalu banyak makan ubi juga dapat berkurang. AAMIIN

“A girl should be two things: classy and fabulous.”  ― Coco Chanel

Categories: letShare | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: