Itikaf

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Lebaran!

Yaaaaay, puasa udah selesai. Walaupun banyak rencana-rencana yang ga dilaksanain selama bulan ramadhan (skripsian .red) tapi ada satu hal yang bikin gue seneng, karena akhirnya bisa ngerasain juga. Apa? Apa apa? Yes, itikaf!

Anyway, tulisan ini sama sekali bukan untuk riya atau sebagainya, just share. Yes, share. Karena sewaktu tiba-tiba gue mau ngerasain itikaf di 10 hari terakhir ramadhan, gue sempet googling tentang itikaf dan belum menemukan real storynya orang yang itikaf di masjid. Tapi kalo untuk tata cara dan dalil mengenai itikaf, banyak sekali di google, dan bener-bener ngebantu orang awam kaya gue.

Intinya selama itikaf kita harus niat. Apapun yang dilakuin, tentunya kita harus punya niat yang baik ya supaya semua berjalan dengan baik pula.  Selain itu, selama itikaf ga boleh terjadi transaksi jual-beli. Jadi untuk sementara itu juga gue tutup proses jual-beli di olshop gue, termasuk masalah utang piutang. Tidur dan keluar masuk masjid ga masalah kalau ada kepentingan, yang penting balik lagi ke niat awal mau berdiam diri di masjid untuk ibadah.

Setelah baca ketentuan itikaf, dan gagal nyari temen untuk itikaf bareng karena ga ada yang mau, gue izin sama mapau pagi-pagi pas sahur. Seperti biasa, pasti jawabannya “terserah.. yang penting…” sudah bisa diduga. Akhirnya pagi itu juga gue siap-siap packing barang. Satu set baju, alat mandi, dan alat solat. Semua dibuat seminim-minimnya karena hari itu gue mau nongkrong-nongkrong cantik dulu sama temen-temen smp, jadi sebisa mungkin jangan bawa tas yang terlalu besar.

Setelah buka puasa bareng, duduk-duduk di warkop, sekitar jam 1an gue jalan ke istiqlal. Yap, gue milih istiqlal sebagai tempat itikaf pertama gue. Selain istiqlal merupakan masjid terbesar di Jakarta, juga karena salah satu temen gue mau itikaf juga disana, jadi ada tebengan. Hihi

Sesampainya di istiqlal, gue langsung misah, karena tebengan gue ini cowok. Dan akhirnya gue bener-bener sendiri di masjid super besar ini.

images

Setelah wudhu, solat isya, dan sedikit tadarus, jam 2 tepat diadakan solat jamaah Qiyamul Lail. Doanya satu juz, subhanallah pegelnya apalagi ini solat Qiyamul lail gue yang pertama. Tapi kalo ga kuat, serius pasti malu banget karena disana banyak banget nenek-nenek bungkuk sampe bocah-bocah piyik yang ikutan solat. Mereka bisa, masa iya usia produktif kaya gue engga? Mereka penyemangat. Ga ada lagi alasan untuk ga ibadah kalo udah liat mereka.

Solat selesai jam setengah 4 pagi, dan orang-orang langsung bubar untuk sahur. Ga perlu khawatir karena disini disediakan sahur untuk orang-orang yang itikaf. 1000 porsi setiap harinya. Satu nasi kotak dengan lauk nasi, tumis sayur, dan telur bumbu kuning, serta satu gelas susu. Buat yang porsi makannya banyak, atau suka ngemil pas sahur, dan banyak minum air mineral, baiknya bawa sendiri dari luar. Karena air mineral tidak disediakan disini. Kalaupun bosan, bisa beli makanan-makanan yang tersedia di halaman istiqlal. Banyak sekali pedagang makanan mulai dari sate, bubur, mie tektek, nasi goreng, nasi pecel, baso, dan lain sebagainya. Tapi harga yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal dari biasanya.

Setelah sahur, solat subuh, dan renungan fajar (semacam tausiyah), kebanyakan orang akan menggunakan waktu pagi-pagi cantik untuk tidur. Maka jadilah ruang utama masjid menjadi kasurnya beratus-ratus orang.

Kalau mau tidur, biasanya gue akan mencari tembok dipojokan. Menggunakan tas yang berisi baju untuk bantal, dan mengalungkan mini sling bag yang isinya hp dan uang di atas perut. Dengan begini, insha allah barang-barang bawaan aman, dan tidur nyenyak.

Jam 8 pagi, petugas istiqlal akan membangunkan jamaah yang tidur dengan toa dan sirine yang berisiknya nauzubillah. Jamaah yang tidur ditengah, akan diminta minggir kesamping, karena akan dibersihkan dengan vacum. Kalau sudah begini, gue akan kebawah wudhu, solat dhuha, dan tadarus.

Sampai sekitar jam 10 pagi, gue mandi. Satu hal yang perlu diingat kalau toilet istiqlal dikala ramadhan adalah tempat sangat ramai. Untuk bisa buang air kecil atau mandi, biasanya gue perlu antri 10-30menit, lumayan sih nyebelinnya. Sampai suatu pagi gue pernah kebelet banget, dan antri ga kelar-kelar sampe pengen nangis. Sedih, sumpah!

Setelah mandi, dan syar’I gue balik ke atas. Oiya, dikesempatan ini, gue pake baju syar’I gitu. Semacam keinginan terpendam mau nyoba pake baju ala ala batman, mumpung ga ada yang kenal juga. Tapi hari berikutnya, pas dijemput, gue malah dibilang kaya anak TPA pake baju kegedean. Bye!

Siang sampai sore kegiatan gue looping di wudhu, solat, tadarus, dengerin ceramah, dan kadang ngobrol sama ibu-ibu atau nenek-nenek. Ada yang dari Sulawesi, ada yang dari bekasi, ada yang cuma mau numpang solat, ada juga yang udah 7 hari menetap di istiqlal sampe bawa-bawa koper. Untuk ibadah, mereka rela meninggalkan kehidupannya.

Menjelang magrib, gue turun kebawah untuk buka bersama. Ada 3000 porsi makanan setiap harinya untuk berbuka. Menu nya apa? Masih nasi, tumis sayur, telur bumbu kuning, segelas susu, dan bonus 3 buah kurma. Ga kebayang sih kalo 10 hari nginep disini dan harus makan telur bumbu kuning pake susu terus-terusan tiap hari. Hihi

IMG_20150715_172220

Anyway, dipembagian makan ini ada petugasnya. Mereka pake kaos hijau-kuning dan selempang ala-ala sarjana bertuliskan “Petugas Takjil 1436H”. Hei hei, jangan harap mereka akan tersenyum manis ketika membagikan makan, karena petugas-petugas ini lumayan halal untuk diselengkat pas jalan. Ngeselin banget mukanya. Galak-galak. Nenek-nenek ngasih gelas lama sedikit aja bisa di caci maki. Huh!

Setelah buka, wudhu lagi, solat magrib, dengerin ceramah, dan tarawih, lalu tadurus lagi, semua looping lagi seperti hari sebelumnya. Qiyamul lail, sahur, tadarus, solat subuh, lalu tidur lagi, mandi lagi, dan solat lagi. Ini seni nya, ketika itikaf hidup benar-benar hanya untuk ibadah. Ga mikirin skripsi, lomba, tugas, jualan, dan hal-hal duniawi lainnya yang biasanya muter-muter ngomong sendiri didalam otak gue. Bener-bener fokus, untuk ibadah.

Serunya lagi, karena disana gue cuma sendiri, gue bener-bener bebas mau ngapain aja. Mandi jam berapa, solat dimana, senderan dimana, tadarus dimana, nangis dimana, termasuk pake baju apa, semacam quality time gue sama alam awah sadar. Apapun yang gue lakuin disana, gue ga perlu minta persetujuan siapapun. Ga ada yang kenal juga, ga perlu takut mereka akan komentar apa terhadap gue. I’m totally free.

Jam 10 pagi, setelah mandi dan sedang bertadarus ria, tiba-tiba ada petugas yang teriak-teriak dengan nada kasar. Tanpa pengeras suara. Semua orang yang berada dilantai utama pasti mendengar teriakan petugas itu. Penyebabnya ga lain karena disis kiri, tempat banyaknya nenek-nenek dan anak-anak tidur saat ini akan dibereskan karena notabene besok adalah lebaran. Karena masih banyak yang tidur, petugas tersebut emosi dan membentak orang-orang disana.

Serius, gue sebel banget. Pertama, men ini masjid, masa iya lo teriak-teriak ga tau aturan gini di rumah Tuhan? Kedua, yang diteriakin itu nenek-nenek dan anak-anak. Ga ngerti ya, orang itu ga dilahirin sampe ga punya orang tua atau ga punya anak sampe tega neriakin anak-anak macam itu. Gue yang denger dari jauh, dan masih muda aja deg-degan luar biasa dengernya, apalagi nenek-nenek dan anak-anak yang super sensitif. Mereka juga pasti trauma efek teriakan super kampret itu.

Gue ga abis pikir pekerja-pekerja ini berasal dari mana. Diluar bayaran yang kecil, atau apapun alasannya, mereka harusnya bisa bekerja dengan ikhlas, dengan senang. Atau minimal ada pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan performa kerja mereka.

Itikaf di istiqlal itu super menyenangkan, selain petugas-petugas dengan wajah-wajah jutek nan galak itu. Another life goals gue, buat pelatihan kaya yang HRD-HRD lakukan ke karyawan mereka supaya pegawai-pegawai masjid bisa bekerja dengan tulus ikhlas apapun kondisinya.

Well, ini cerita gue. Buat yang belum pernah itikaf dan mau cobain, semoga tulisan ini bisa jadi gambaran. Yuk luangin waktu sehari dua hari atau mungkin 10 hari di akhir ramadhan untuk fokus ibadah. Semacam bentuk syukur kita atas 365 hari yang sudah Tuhan kasih dengan penuh berkah.

Selamat lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin :)

Categories: letShare | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: